Wajib Tertib Administrasi, WNA Diberi Batas Waktu Lapor 30 Hari

KBRN, Karanganyar: Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Surakarta memberikan batas waktu 30 hari  bagi warga asing yang tinggal di wilayah Solo Raya untuk melakukan perpanjangan izin tinggal. Pemberlakuan Kebijakan batasan waktu tersebut menyusul terbitnya surat edaran terkait pelayanan keimigrasian di masa Tatanan Kehidupan Baru.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Surakarta Said Ismail menjelaskan, pemberlakukan kebijakan batasan waktu mulai diberlakukan sejak 13 Juli lalu. Setiap warga negara asing (WNA) yang tinggal di wilayah solo raya diwajibkan segera melakukan pengurusan izin terhitung 30 hari sejak tanggal 13 juli.

"Jadi mulai 13 juli kemarin sudah ada surat edaran warga negara asing yang berada di indonesia, harus segera melaporkan dan memperpanjang izin tinggal minimal 30 hari," jelas Said Imail kepada wartawan usai menghadiri acara rapat tim pengawasan orang asing di Hotel Jawa Dwipa Karanganyar, Rabu (16/7/20).

Said Ismail mengatakan bagi WNA yang tidak segera melapor sesuai dengan batas waktu yang ditentukan namun masih tinggal di wilayah Solo Raya, maka akan dikenakan sanksi administratif sesuai aturan yang berlaku.

"Jadi bila ada yang melebihi batas waktu tidak melapor bisa di kendakan denda sanksi administratif keimigrasian, sesuai dengan aturan," katanya.

Lanjut Said, Kebijakan berbeda diberlakukan bagi WNA yang masih memiliki ijin tinggal di Indonesia namun sedang berada di Luar Negeri, batas waktu yang diberikan selama 60 hari. 

"Kalo untuk WNA yang ada di luar negeri kami beri batas waktu 60 hari, itu terhitung malai 13 Juli kemarin, sama dengan yang WNA di dalam Negeri," jelasnya.

Dikatakan Said, selama hampir 4 bulan, Dirjen Imigrasi telah memberikan kelonggaran berupa pengampunan denda bagi WNA yang melebihi batas waktu ijin tinggal, Hal itu juga sejalan dengan berhentinya layanan pengurusan administrasi Imigrasi di kantor Imigrasi kelas 1 TPI Surakarta akibat pandemi.

"Kebijakan kemarin waktu pandemi itu, hampir 4 bulan, kita sudah berikan kelonggaran denda Nol Rupiah bagi yang sudah overstay di indoensia, itu sesuai kebijakan pimpinan dirjen imigrasi," bebernya.

Sementara, terkait Pelayanan, Said mengungkapkan, memasuki masa Tatanan Kehidupan Baru, pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Surakarta sudah kembali beroperasi sejak 2 minggu lalu, namun dengan menerapkan pembatasan pengujung hanya 50 persen.

"Pelayanan sudah berjalan, sejak 2 minggu lalu, tapi sesuai protokole kesehatan tentang penerapan psikal distancing, kami berlakukan pengujung hanya 50 persen, jadi sekitar 50 orang per pelayanan, karena perhari kita di 2 pelayanan imigrasi ada sekitar 250 orang," ungkapnya.

Disisi lain, pihaknya juga mulai menerapkan inovasi baru bertajut Easy Paspord yang mengutamakan pelayanan perpanjangan masa paspord melalui metode jemput bola dengan syarat harus kumulatif minimal 50 orang.

"Pelayanan Easy Passport ini kita bisa hadir ke suatu tempat baik perumahan, komunitas atau perusahaan, jadi minimal harus ada 50 peserta untuk kita terapkan pelayanan easy passport, istilahnya kita layani bapak ibu cukup dirumah," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00