Kasus Positif Corona di Sukoharjo Tembus 120 Orang, KLB Kembali Diperpanjang

KBRN Sukoharjo :  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo memutuskan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona Kabupaten Sukoharjo diperpanjang lagi hingga 30 Agustus mendatang.

Awalnya, KLB yang ditetapkan sejak 23 Maret lalu berakhir 29 Mei dan kemudian diperpanjang dua bulan hingga akhir Juli ini.

Namun, karena berbagai pertimbangan, akhirnya KLB corona diperpanjang lagi hingga Agustus mendatang.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Wardoyo Wijaya mengatakan salah satu pertimbangan adalah masih tingginya angka kasus positif corona di Sukoharjo.

“Ya, KLB Corona kami perpanjang hingga bulan Agustus mendatang. saat ini, masih ada 33 kasus positif di Sukoharjo dimana angka akumulasinya mencapai 120 kasus. Dari 33 kasus positif yang masih ada, sebanyak 17 orang menjalani rawat inap dan 16 orang menjalani isolasi mandiri,” ungkap Wardoyo Wijaya kepada RRI usai menghadiri rapat paripurna dalam rangka Harlah Sukoharjo ke 74 di Gedung DPRD, Rabu (15/07/2020).

Selama KLB corona ini, Wardoyo Wijaya yang juga bupati Sukoharjo mengingatkan kepada masyarakat untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Seperti jaga jarak, pakai masker, dan rajin cuci tangan dengan sabun.

“ Mohon masyarakat dapat mematuhi protocol kesehatan yang ketat mulai dari pake masker, jaga jarak dan lainnya,” tukasnya 

Lebih lanjut dikatakan lantaran KLB diperpanjang, otomatis kegiatan sosial masyarakat tetap dibatasi. Jika menggelar kegiatan maksimal dihadiri maksimal 30 orang.

“Kegiatan yang bersifat pengumpulan massa dalam jumlah banyak tetap tidak diperbolehkan,” cetusnya.

Sementara itu untuk kebijakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, Pemkab Sukoharjo menunggu kebijakan pemerintah pusat.

Seperti diketahui, saat ini kasus positif Corona sudah ada di 12 kecamatan sehingga semua kecamatan menjadi zona merah.

Dari jumah tersebut  kasus positif yang masih ada terbanyak ada di Kecamatan Sukoharjo yakni sebanyak 11 kasus. (Edwi

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00