LDA Minta Penutupan Alkid Ditinjau Ulang, PKL Siap Patuh Protokol Covid-19

Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum LDA Keraton Surakarta KPH Eddy Wirabumi saat memberikan keterangan pers.
Lawang Gapit menuju Alun-alun Selatan Keraton Surakarta ditutup.

KBRN, Surakarta: Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta meminta Pemkot  meninjau kembali kebijakan menutup Alun-alun selatan. Karena selama ini banyak yang menggantungkan hidup dari aktivitas Alun-alun, Seperti pedagang kaki lima (PKL).

Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum LDA Keraton Surakarta KPH.Eddy Wirabumi mengatakan, banyak keluhan dari PKL. Mereka perwakilan juga datang ke keraton untuk meminta solusi. 

Eddy Wirabumi mengatakan, bahwa PKL tersebut siap untuk menjalankan protokol kesehatan Covid 19. Mereka juga siap taat dengan aturan Pemkot Surakarta.

"Intinya mereka taat terhadap aturan kalau boleh (jualan). Siap taat kepada protap covid, istilahnya menuju new normal. Tapi kalau kemudian tidak boleh jualan sama sekali berarti pertama harusnya tidak hanya di Alun-alun selatan saja, tapi juga tempat lain tidak boleh," ungkap Eddy Wirabumi, Selasa (14/7/2020).

Menurutnya penutupan PKL ini dampak dari pagelaran pasar rakyat yang dibubarkan Satpol PP. Sehingga ada pihak pihak yang menginginkan keberadaan PKL juga dilarang berjualan.

"Kalau itu imbas dari pasar malam risiko ya pasar malam dan pedagangnya (yang ditutup), jangan pedagang existing. Bahkan pedagang (PKL) ini siap menertibkan jika ada pedagang pasar malam yang nekat jualan," ujarnya.

Pihaknya memohon kepada Pemkot Surakarta agar tetap mengizinkan PKL Alun-alun bisa berdagang dengan protap covid 19. Tetapi kalau kemudian tidak boleh sama sekali, Eddy Wirabumi mengatakan PKL ini sangat terdampak hidupnya.

"Mereka bahasanya gini nanti, tidak mati karena covid tapi mati karena kelaparan. Karena masalah perut mereka jadi tidak bisa menghidupi anak istri," tandasnya. 

Eddy mendukung kebijakan Satpol PP membubarkan pasar rakyat yang akan berlangsung pada 10 Juli sampai 10 Agustus. Karena berpotensi menimbulkan kerumunan, berbeda dengan PKL Alkid yang hanya dikunjungi beberapa masyarakat.

"Pada prinsipnya kami mendukung pembubaran pasar malam dan kegitan yang memimbulkan keramaian kita mendukung tidak dilakukan apalagi masih KLB."

Sementara itu Alun-alun Kidul juga ditutup Pemkot Surakarta. Penutupan itu berlangsung sejak Minggu pagi, di mana empat pintu masuk alun-alun ditutup dan dijaga petugas Satpol PP."Ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan," beber Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Agus Sis Wuryanto.

Menurutnya, penutupan alun-alun disebabkan lantaran ratusan pedagang kaki lima (PKL) maupun para pengunjung cenderung mengabaikan protokol kesehatan. "Banyak diantara mereka memang sudah memakai masker. Tapi masih ada kerumunan dan tidak menjaga jarak," tegas dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00