Pelonggaran Sosial Dievaluasi, Mall dan Manahan Ditutup?

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo saat memberikan keterangan pers.

KBRN Surakarta: Pemkot Surakarta kembali melakukan evaluasi soal kelonggaran pembatasan sosial yang telah diterapkan beberapa pekan terakhir. Hal ini menyusul meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Kota Bengawan beberapa hari terakhir.

Pemkot mengundang pengelola tempat hiburan, mall, restoran, kafe, hotel, selter kuliner, dan tempat lain yang kerap mengundang keramaian. "Ya kita evaluasi lagi, kita undang pengusaha. Mall, restoran kuliner," ungkap Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Senin (13/7/2020).

Hingga Senin (13/7), kumulatif pasien terkonfirmasi positif menyentuh 64 orang. Hari Minggu (12/7) tambah 18 orang dan Senin (13/7) satu orang. Kasus terbaru terjadi di Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari, yang merupakan wanita yang sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). 

Sehingga, jumlah pasien yang kini menjalani rawat inap menjadi 22 orang, 37 sembuh, dan lima orang meninggal dunia. Pasien yang tercatat meninggal dunia pada Senin, adalah warga asal Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari. 

Walikota Rudyatmo mengatakan, pelonggaran ini akan dilakukan evaluasi lagi, termasuk bagi pedagang kaki lima PKL, dan juga pengusaha kuliner. "Besok kita undang lagi," ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta dr. Siti Wahyuningsih, menyebut sejumlah tim dari Puskesmas telah diterjunkan guna melakukan tracing 19 kasus baru yang tercatat pada dua hari kemarin. 

Jumlah kontak erat dan dekat seluruh pasien baru itu bakal diuji swab guna menekan persebaran virus SARS CoV-2. Tim terbanyak diterjunkan ke Kelurahan/Kecamatan Jebres. 

Dokter-dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo kan banyak yang indekost di sana.

“Tidak satu indekost, ada beberapa. Kami ingin menelusuri riwayat perjalanan mereka. Uji swab kontak erat dan dekat rencananya kami lakukan Selasa (14/7),” ucap Ning, sapaan akrabnya.

Sementara, dinamika PDP stabil bertambah. Kumulatif PDP menyentuh 293 jiwa. Dari jumlah itu, sembilan orang menjalani rawat inap, 246 sembuh, dan 38 meninggal dunia. 

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 665 orang, dengan uraian seorang rawat inap, enam orang menjalani rawat jalan, 7 dalam pemantauan, dan sisanya selesai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00