Waspada Klaster Pasar, Aktivitas 1.407 Pedagang Harjadaksina Dihentikan Sepekan

Pemkot Surakarta menghentikan aktivitas perdagangan di pasar Harjadaksina.

KBRN Surakarta: Pasar Harjadaksina yang berada di Gemblegan Kecamatan Serengan Solo akhirnya ditutup sementara oleh Pemkot Surakarta. Penutupan menyusul satu pedagang yang terkonfirmasi Positif Covid 19 meninggal dunia. 

Bahkan Dinas Kesehatan Kota DKK Surakarta sudah melakukan tracing dan juga mengambil tes swab sejumlah pedagang yang diduga kontak erat dan kontak dekat dengan pasien yang berasal dari Kecamatan Bendosari Sukoharjo itu. 

Kepala Dinas Perdagangan Surakarta Heru Sunardi mengatakan, sudah melakukan rapat dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP dan juga Kecamatan Serengan. Mengingat Pasar Harjadaksina di wilayah kelurahan Danukusuman. 

"Hal ini tindak lanjut ditemukan pedagang yang positif Covid 19 dan meninggal dunia," kata Heru Sunardi kepada RRI, Senin (13/7/2020).

Hasil pertemuan ditindak lanjuti dengan Gugus Tugas Covid-19 Solo. Diputuskan Pasar Harjadaksina ditutup sementara selama sepekan mulai 14 -17 Juli 2020. 

“Penutupan ini konsekuensi dari ditemukanya kasus covid 19 dipasar tersebut. Kita mengamankan daripada membiarkan pedagang, sebelum berjauan kita putus dulu. Kita kan tidak menghendaki klaster baru. Dan kita tidak menghendaki klaster Covid-19 dari Pasar," tandas Heru.

Setelah dilakukan penutupan petugas Dinas Perdagangan akan melakukan penyemprotan disinfektan. Sementara dinas Kesehatan melakukan tracing pedagang. 

Penutupan ini upaya pemkot Surakarta untuk memutus mata rantai persebaran Covid 19. Mengingat di pasar tersebut ada 1.407 pedagang yang beraktifitas setiap hari.

Sementara itu Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo membenarkan penutupan pasar tradisional tersebut. Karena pemkot tidak ingin ada penambahan klaster baru dari pasar tradisional.

“Pasar Harjadaksina kita tutup. Ada yang positif meninggal orang Sukoharjo. Tadi ditracing besok kita tutup dulu. Terus di semprot. 3-7 hari," tandas Walikota.

Walikota meminta semua pedagang dan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di pasar tradisional. Apalagi Solo disebut zona hitam persebaran Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00