Satu Pedagang Meninggal Terpapar Covid-19, Pasar Harjodaksino Diminta Tutup

Aktivitas Pasar Tradisional Harjadaksina Solo.

KBRN, Surakarta: Salah seorang pedagang Pasar Harjodaksino yang meninggal dunia terpapar Covid-19.  Pasar tradisional tersebut diminta tutup sementara sampai tracing selesai.

"Saya memberi masukan kepada pimpinan untuk menutup sementara, selagi dilakukan tracing masif," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr.Siti Wahyuningsih, Minggu (12/7/2020).

Namun demikian menurut Ning, sapaan Akrabnya, keputusan menutup sementara menjadi kebijakan Wali Kota. Ning, mengaku tindakan itu dilakukan guna memutus rantai persebaran virus SARS CoV-2. "Tapi, saran saya begitu, ditutup sementara,” kata dia.

Apabila pedagang pasar tersebut sudah terlanjur kulakan, maka diizinkan berjualan setengah hari kemudian tutup. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) terkait tracing tersebut. “Saran kami, pasar tutup minimal 14 hari sesuai masa inkubasi selesai."

Adapun salah satu pedagang yang meninggal dunia asal Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo. Sebelumnya menjalani rawat inap di RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo. "Tapi, nanti akan didiskusikan lebih lanjut,” ucap Ning.

Jumlah total pasien terkonfirmasi positif pada Minggu, 63 orang, perinciannya, 22 orang menjalani rawat inap, 37 sembuh, dan empat meninggal dunia. 

Sementara, dinamika PDP stabil meningkat, meski terdapat PDP sembuh baru. Kumulatif PDP menyentuh 292 jiwa. 

Dari jumlah itu, delapan orang yang menjalani rawat inap, 247 sembuh, dan 38 meninggal dunia. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 664 orang. 

Seorang rawat inap, tujuh orang menjalani rawat jalan, 8 dalam pemantauan, dan sisanya selesai. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00