Dinilai Loyo, Aturan Wajib Tanam Pohon Bagi Pemilik Izin Tambang Dipertegas

KBRN Karanganyar: Aturan kewajiban penaman pohon bagi para pemilik tambang di indonesia mulai dipertegas Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) setelah dinilai loyo.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menjelaskan selama puluhan tahun, aturan kewajiban penanaman tersebut masih dalam taraf biasa, sehingga pemulihan lahan di kawasan penambangan belum optimal.

"Kami sekarang sudah mempertegas kewajiba bagi para pemegang ijin tambang, dia harus melakukan penanaman, selama puluhan tahun, itu kebijakan itu belum terlalu kenceng,"kata Menteri LHK Siti Nurbaya, kepada wartawan disela kungjungan di taman sakura lawu karanganyar, Sabtu, (11/7/20).

Untuk itu, lanjut Siti, sesuai dengan instruksi presiden agar mengedepankan pemulihan lingkungan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan ulang terhadap ijin tambang sesuai dengan ketentuan. Alhasil, sejumlah pemilik ijin tambang sudah diminta untuk melakukan penanaman sesuai dengan aturan tersebut.

"Sekarang, sesuai perintah presiden, pemulihan lingkungan harus dikedepankan, maka saya mencoba memeriksa seluruh perijinan dan kewajiabnnya menurut ketentuan, dan ternyata ada ketentutan pemegang ijin tambang itu harus melakukan penanamna, kita sudah minta mereka melakukan aturan itu," jelasnya.

Ditambahkan Siti, hingga saat ini sudah terdapat 56 ribu hektar yang telah ditanami pohon oleh para pemilik izin tambang di indonesia."Saya sudah minta tolong kepada mereka, dan tahun ini di seluruh indoensia sudah ada 56 ribu hektar yang ditanami," imbuhnya.

Disisi lain, Siti mengatakan Pemulihan lahan saat ini menjadi salah satu fokus kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sesuai dengan instruksi presiden.

Salah satu upaya pemulihan lahan tersebut dilakukan Kementrian LHK di kabupaten Karanganyar dengan segera menyiapkan lahan kebun bibit dengan luas 5 kali lipat dari ketersediaan lahan saat ini.

"Saya sudah menugaskan kepada dirjen untuk membangun dan menambahkan kebun bibit yang kapasitasnya 5 kali lipat dari yang sekarang ada," ungkapnya.

Siti menargetkan rencana perluasan lahan kebun bibit tersebut dapat terealisasi pada tahun 2021 mendatang.

"Mulai sekaranga, harus segera ditindaklanjuti, langsung survei dan persiapakan lokasinya, tahun depan ini sudah harus bisa tanam," jelasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00