8 Walikota Solo Tak Bisa Tuntaskan Penataan Jl Ir Sutami, Ada Apa?

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo bersama Kepala BPN Surakarta, dan pejabat kementerian melihat kondisi jalur lambat jalan Ir Sutami.

KBRN Surakarta: Penataan jalan Ir.Sutami Kecamatan Jebres Solo, kembali dilanjutkan. Jalan nasional mulai dari Tugu Cembengan sampai jembatan Jurug 1,8 KM diproyeksikan selesai 2021.

Namun penataan itu selalu dihadapkan dengan permasalahan klasik, yakni pembebasan lahan belasan bidang dari perempatan Sekarpace ke timur. Bahkan disebut-sebut sampai delapan kali pergantian Walikota Solo tidak bisa selesai. 

Akankah di era Walikota Surakarta saat ini FX Hadi Rudyatmo pembebasan lahan akan selesai. Salah seorang Jurnalis Senior dari Solo Tok Suwarto menyebut penataan jalur lambat itu sejak bergulir tahun 1968, atau diera kepemimpinan R Koesnandar. 

Setiap Walikota selalu mempunyai program melanjutkan penataan jalur lambat di kanan kiri Jalan Sutami. Namun saja rencana itu selalu terpental. 

Mulai dari R, Koenandar, Soemari Wongsopawiro, Ignatius Soekatmo Prawirohadisebroto, HR Hartomo, Imam Soetopo, Slamet Suryanto, Joko Widodo hingga FX Hadi Rudyatmo. Bahkan dirinya sampai heran pembebasan lahan tak bisa diselesaikan sampai sekarang.

"Ada Walikota yang jabat dua periode pak R Hartomo. Tapi realitanya delapan walikota itu tidak ada yang berhasil memulihkan jalur lambat sebenarnya," ungkap Pak Tok sapaan akrabnya, Kamis (9/10).

Menurut wartawan Pikiran Rakyat itu, kasus selama ini terjadi penataan jalur lambat bukan pelebaran jalan. Pihaknya berharap diakhir kepemimpinan  Walikota Rudy penataan jalan tersebut bisa selesai.

"Kalau sekarang bisa berhasil itu memang sebuah prestasi," ungkapnya.

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan, penataan jalur lambat di jalan Ir Sutami harus dikerjakan tahun ini. Pria yang akrab disapa Rudy itu menyampaikan sebenarnya sejak dahulu sudah ada pembebasan dan telah ada kesepakatan namun belum ditindaklanjuti. Menurutnya sudah ada kesepakatan dan tinggal dilakukan eksekusi.

"Sebenarnya kan sudah selesai itu, sesuai dengan perjanjian dulu. Sebenarnya mereka mau, pagerku dibongkar tapi ya diganti lagi," ujarnya.

Salah seorang pemilik lahan Agus Warga Kentingan, Jebres RT1/RW4 mengungkapkan, lahan yang ditempatinya seluas 200 meter selama ini sudah digunakan untuk jalan. Dirinya mengaku siap rumahnya dibongkar untuk digunakan sebagai jalur lambat.

"Ya biar cepet selesai. Tapi bangunan kembali dibenahi pemerintah," ucapnya.

Penataan jalur lambat jalan Ir Sutami akan dilaksanakan tahun ini oleh Kementrian PUPR. Proyek tersebut termasuk penataan drainase, trotoar dan juga jalur cepat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00