3 Hari Dibuka, Pengunjung TMA Grojogan Sewu Hampir 3000

KBRN, Karanganyar: Pasca dibuka pada 3 Juli lalu, jumlah pengunjung di obyek wisata Grojogan sewu karanganyar meningkat drastis. Dalam waktu 3 hari, jumlah pengunjung tembus mencapai hampir 3000 pengunjung.

Direktur PT Duta Indonesia Djaya sebagai pengelola Grojogan Sewu Karanganyar Sukirdi menjelaskan total pengunujung selama 3 hari terakhir mencapai 2.953 pengunjung.

"Ya, alhamdulilah sejak dibuka resmi oleh Bupati kemarin 3 juli, pengujung mulai banyak, ya pada hari sabtu 4 juli, jumlah pengunjung Grojogan Sewu sebanyak 768 orang, lalu terjadi lonjakan pada hari kedua pembukaan hingga mencapai 1849 orang, lalu kembali turun pada hari ke tiga kemarin yang hanya 336 pengunjung," jelas Sukirdi saat dikonfirmasi RRI, Rabu, (8/7/20).

Dikatakan Sukirdi, meski terjadi lonjakan hingga melebihi batas Standart yang diijinkan dari Kementrian yakni hanya 350 orang, namun tidak nampak keramaian yang menimbulkan kerumunan, pasalnya kedatangan pengunjung secara bergiliran.

"Walupun kemarin memang melebihi dari SOP yang di tetapkan kementrian, tapi dengan jumlah itu di obyek wisata tidak kelihatan, karena memang datangnya itu ibarat air, mengalir, jadi gantian gitu," bebernya.

Sukirdi menambahkan pihaknya tidak melakukan pembatasan jumlah pengujung yang masuk kekawasan, justru pihaknya khawatir bila dilakukan pembatasan pengunjung  akan meninmbulkan kerumunan di depan loket pintu masuk hingga pihaknya tidak dapat mengendalikan kerumunan.

"Kita tidak batasi, karena di kawasan itu tidak terlihat ramai, kami malah kerepotan kalau kita batasi, karena bisa muncul kerumunan didepan loket, kita jadi susah mengaturnya," jelasnya.

Sukirdi mengatakan, selama pembukaan obyek wisata, protokoler kesehatan berjalan dengan baik, seperti penggunaan APD bagi setiap karyawan, penerapan satu jalur masuk dan keluar pengunjung, serta himbauan psikal distancing dan penggunaan masker oleh petugas dengan berkeliling diterapkan secara optimal.

"Protokol sudah kami pastikan berjalan, karyawan kita wajibkan menggunakan face shield, masker, sarung tangan terutama yang kontak langsung dengan penunjung, sama ada petugas yang muter mengingatkan pengunjung mematuhi protokoler," terangnya.

Lebih lanjut, Sukirdi mengatakan pihaknya juga belum menerapkan batasan waktu pengujung yang masuk kedalam area obyek wisata, hal itu disebabkan kebanyakan para pengujung menikmati obyek wisata hanya sekitar 1 jam.

"Batas waktu juga tidak kita terapkan, karena pengunjung itu sudah tau, mereka tidak lama-lama di dalam obyek, paling lama cuman 1 jam," bebernya.

Sementara itu, Kepala Disparpora Karanganyar Titis Sri Jawoto menilai dengan lonjakan jumlah pengunjung di obyek wisata grojogan sewu bisa mengembalikan gejolak perekonomian warga di sekitar grojogan sewu.

"Ya ndak papa, obyek wisata ramai, pengunjung senang pedagang senang, perekonomian berputar di situ, kita tidak bisa salahkan, karena lebih terkontrol kalo pengunjung itu berada di obyek wisata dibanding di tepi2 jalan," jelasnya.

Namun, Titis menghimbau bagi para pengunjung untuk tidak abai dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan pemerintah daerah agar mengantisipasi terjadinya penularan virus covid-19.

"Kita harus saling sama-sama menjaga, dengan apa, mematuhi protokoler kesahatan yang ditetapkan pemerintah, itu pengunjung ataupun siapapun di wilayah obyek wisata harus patuh, jangan abai," ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00