Kejar Setoran Pendapatan Daerah,Ini yang Dilakukan BPPKAD Solo

Kepala BPPKAD Surakarta Yosca Herman Soedrajat.

KBRN, Surakarta: Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Surakarta tahun ini menargetkan menjadi instansi masuk zona Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Mengingat pada tahun lalu berhasil mendapat penghargaan tingkat nasional sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK). 

Salah satu upaya untuk merealisasikan target baru tersebut BPPKAD berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat khususnya wajib pajak. 

Disela-sela sosialisasi new normal untuk pelaku usaha di Paragon Mall Kepala BPPKAD Kota Surakarta Yosca Herman Sudrajat menjelaskan, pelayanan terbaik yang dilakukan jajarannya akan menjadi jaminan utama dalam melaksanakan tugas. 

"WBBM diupayakan sebagai langkah untuk membentuk sistim yang baik dalam mengurus pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah," jelas Herman, Senin (29/6/2020).

Parameter keberhasilan pelayanan adalah kesadaran wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya. Target WBBM, lanjut Herman, bukan sekadar mengejar prestis kelembagaan, apalagi hanya berebut prestasi antar daerah.

Dengan sistem sudah terbentuk, pemerintah tidak perlu menagih kepada wajib pajak, melainkan wajib pajak tidak akan merasa terbebani dengan kewajibannya.

"Jika kita memberikan pelayanan maksimal, tidak korupsi, bersih, transparan dan sebagainya maka akan muncul kepercayaan dari masyarakat. Kalau masyarakat sudah percaya maka dia memiliki kesadaran untuk melaksanakan kewajiban yaitu membayar pajak. Tidak perlu kita paksa karena masyarakat sudah sadar," katanya.

Sementara itu Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, pembangunan kota tidak dapat dilaksanakan hanya oleh pemerintah. Akan tetapi, peran sektor swasta dan masyarakat sangat berarti. Menurut Walikota, jika hanya pemkot sendiri tidak bisa berjalan, mengingat anggaran pemkot terbatas. 

"Sehingga perlu kerjasama dengan pengusaha, masyarakat untuk turut serta membangun kota ini."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00