11 TK Aisiyah Colomadu Karanganyar Hampir Jadi Korban Dugaan Pemerasan Oknum Mengaku Wartawan dan LSM

KBRN, Karanganyar: Sejumlah 11 TK Aisiyah Muhammadiyah di Kecamatan Colomadu Karanganyar diduga akan menjadi korban pemerasan dari oknum yang mengaku sebagai LSM dan Wartawan.

Dugaan acaman pemerasan tersebut terungkap dalam laporan para kepala sekolah dan guru TK Aisiyah muhamadiyah Colomadu kepada Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah Karanganyar.

Pengacara LBH Muhammadiyah Karanganyar, Riduan Sihombing menjelaskan berdasarkan laporan yang diterima LBH Muhammadiyah, para oknum tersebut menawarkan mediasi terkait tuduhan adanya penyelewengan dana yang dilakukan ke 11 sekolahan TK tersebut, namun dengan imbalan senilai 5 juta rupiah.

"Jadi ketika kami rapat dengan anggota PDM, kami mendapat laporan dari pengurus di colomadu bahwa para guru dan kepala sekolah aisiyah muhamadiyah resah, karena didatangi oleh oknum yang mengatas namakan wartawan sebuah tabloid dan LSM, mereka membawa dokumen yang berisi masalah dan menawarkan mediasi untuk menyelesaikan masalah itu tapi meminta imbalan 5 juta," jelas, Riduan Sihombing kepada wartawan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar, Senin (29/6/20).

Dikatakan Riduan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung menelusuri tidakan dugaan ancaman pemerasan tersebut dengan mengumpulkan 80 guru tk aisiyah muhammadiyah di kecamatan colomadu, untuk dimintai keterangan. Alhasil, pihaknya mendapat 2 nama oknum yang mengaku sebagai LSM dan wartawan.

"Dari laporan itu, kita ditugasi PDM, kita langsung kumpulkan 80 ibu guru pengajar dan kepala sekolah 11 TK itu, kita korek informasi dari mereka, akhirnya kita dapat 2 nama yuli sama koko, langsung kita lakukan konfirmasi," jelasnya.

Sayangnya, lanjut Riduan, selama proses konfirmasi hanya 1 pihak yang diduga lsm bernama Yuli yang dapat dimintai konfirmasi. 

"Kita hubungi kedua nama tersebut, tapi hanya pak yuli ini yang merespon dan kita konfirmasi untuk kita datangkan ke sini," jelasnya. 

Sementara itu, Yuli oknum yang diduga LSM itu mengaku hanya menjadi madiator bagi pihak sekolah dan oknum yang mengaku wartawan untuk menyelesaikan kasus tersebut.

“saya hanya mediator antara oknum wartawan dan para guru, karena saya sering dimintai tolong guru yang kenal saya klo ada permasalahan ini," bebernya.

Disisi lain, Sekretaris PDM Karanganyar, Sarilan M. Ali, mengatakan pihaknya akan melaporkan kasus tersebut ke aparat kepolisian jika ditemukan unsur perbuatan melawan hukum atau unsur pidana.

"Jika ditemukan unsur perbuatan melawan hukum atau unsur pidana  dalam kasus ini, maka kami akan melaporkan kasus ini kepada aparat kepolisian untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,"

Pihaknya kini juga telah menerjunkan tim untuk terus mandalami kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku wartawan dan LSM.

"Kita sudah terjunkan tim untuk mendalami kasus ini, jika terbukti ada delik, kita bisa laporkan," bebernya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00