Peringati Harganas, 51 Faskes Di Karanganyar Beri Layanan KB Gratis

KBRN, Karanganyar: Sebanyak 51 fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kabupaten Karanganyar memberikan layanan gratis pemasangan alat KB, Senin (29/6/20). Layanan ini dalam rangka memperingati hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke 27.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Karanganyar Yuli Astuti menjelaskan, penyediaan layanan gratis tersebut guna mendukung program sejuta akseptor yang dicanangkan pemerintah.

"Karena covid-19 ini, dari pusat menggelar 1 kegiatan, yaitu pelayan kb serentak sejuta akseptor. ini dilaksanakan se-indonesia, dari pukul 08.00 hingga 13.00, kita mendukung suksesnya program ini," jelas Yuli Astuti kepada wartawan di sela acara.

Dikatakan Yuli, jenis metode yang dilayani dalam program sejuta akseptor diantaranya metode Kontrasepsi operasi pria (MOP), Metode Kontrasepsi Wanita (MOW), Implant, Suntik, Kondom dan Pil.

"Kita layani semua gratis, jadi ada metode Kontrasepsi operasi pria (MOP), Metode Kontrasepsi Wanita (MOW), Implant, Suntik, Kondom dan Pil, tapi kita batasi sesuai dengan jumlah alat," bebernya.

Yuli sapaan akrabnya mengungkapkan, pencetusan program tersebut didasari dari meningkatanya angka kehamilan di sejumalah daerah selama masa pandemi covid-19, sehingga hal tersebut memicu peningkatan jumlah penduduk secara signifikan.

"Kegiatan ini tercetus dari informasi karena selama covid-19 ini, angka kehamilan itu naik, pertumbugan penduduk bisa tinggi, jadi ini untuk menekan angka kehamilan," bebernya.

Disamping itu, lanjut Yuli dengan peningkatan tersebut juga berpotensi terjadinya akseptor drop out atau akseptor menghentikan kontrasepsi selama 3 bulan.

"Kalo naik seperti itu kan, nilai drop out akseptornya juga tinggi, itu istilahnya untuk orang yang berhenti KB, jadi harapannya ini bisa mengurangi angka drop out akseptor," ungkapnya.

Yuli mengungkapkan secara global, pertumbuhan penduduk di karanganyar sudah dapat ditekan melalui program KB, meskipun diakui Yuli terdapat sedikit kenaikan jumlah kehamilan saat selam pademi.

"Kalo secara global, ini masih bisa ditekan angka pertumbuhannya dengan KB ini, ya walaupun karen covid-19 kemarin ada sedikit kenaikan, tapi tidak signifikan kok," jelasnya.

Kendati begitu, pelaksanaan program KB di Karanganyar dinilai berhasil, terbukti jumlah pelayanan KB dikaranganyar sudah melampaui target yang ditentukan pemerintah pusat, dengan data pelayanan hingga saat ini mencapai 1336, padahal target yang ditentukan sebanyak 1274 pelayanan.

"Ya kita dari pusat itu ditarget untuk 1274 pelayanan, tapi dari data yang masuk ini, kita sudah mencapau 1336, jadi sudah melebihi target malahan, itu bagus," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00