Lakukan Aksi, Ratusan Pendekar Sragen Tolak Perobohan Tugu Silat

Ratusan warga PSHT Sragen melakukan aksi menolak keras rencana perobohan semua tugu atau lambang perguruan silat di Kabupaten Sragen sesuai kesepakatan Forkompinda.
Ketua PSHT Ranting Masaran Sragen, Widodo menyampaikan sikap bahwa aksi itu dilakukan secara spontan dari warga PSHT.

KBRN, Sragen: Perobohan semua tugu perguruan silat di wilayah Kabupaten Sragen, sebagai solusi atas konflik antar perguruan silat menuai penolakan dari warga PSHT. Meski diklaim sudah disepakati perwakilan pengurus perguruan silat, dan Forkompinda namun faktanya arus bawah SH Teratai tetap tidak rela dan menolak pembongkaran. 

Sebagai wujud penolakan tersebut ratusan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Minggu (28/6/2020) siang menggelar aksi long march. Mereka juga membentangkan poster berisi penolakan rencana pembongkaran semua tugu perguruan di Sragen. 

Ratusan pendekar ini juga menuntut pemerintah mengkaji ulang dan membatalkan pembongkaran tugu. Karena dinilai bukan solusi atas serangkaian konflik dan perusakan tugu selama ini. 

Ketua PSHT Ranting Masaran Sragen, Widodo menyampaikan sikap bahwa aksi itu dilakukan secara spontan dari warga PSHT. Hal itu sebagai wujud keseriusan bahwa jajaran pengurus bersama anggota PSHT Masaran menolak wacana pembongkaran patung PSHT.

”Kami minta pada pemerintah kabupaten sragen untuk membatalkan rencana merobohkan tugu atau simbol pencak silat di Sragen. Simbol itu adalah salah satu kebanggaan kami, maka jangan dirobohkan karena sudah berdiri dan kami juga meminta payung hukum yang jelas,” paparnya.

Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandy Priyambodo seusai rapat Forkompinda membahas konflik perguruan silat Jumat (26/6) menegaskan ada 197 tugu dan lambang silat milik beberapa perguruan silat di Sragen yang akan dirobohkan. Perobohan itu menurut Kapolres untuk menghentikan konflik antar perguruan silat yang selama ini terjadi di Bumi Sukowati.

"Ada 193 tugu, PSHT 187. Sisanya beberapa perguran silat. Pembongkaran ini sudah disepakati. Hari senin kami mengundang semua pengurus. Biar semua merasakan menjaga kondusifitas perdamaian di Sragen," tandas Kapolres.

Terpisah Ketua Dewan Pertimbangan Cabang PSHT Sragen Edy Indriyanto menyebut, perobohan semua tugu perguruan bukanlah solusi untuk rentetan aksi perusakan tugu sejumlah perguruan yang terjadi beberapa waktu terakhir. Justru yang dinanti sebenarnya adalah ketegasan aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas oknum-oknum tak bertanggungjawab yang melakukan perusakan lambang perguruan silat tersebut.

"Karena yang melakukan perusakan itu hanya oknum bukan semuanya," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00