Semua Ranting PSHT Sragen Tolak Perobohan Tugu Silat, Minta Dikaji Ulang

Polisi melakukan identifikasi salah satu tugu milik perguruan silat di Sragen yang di rusak orang tak dikenal.

KBRN, Sragen: Semua tugu dan lambang milik semua perguruan silat di Kabupaten Sragen akan dirobohkan. Perobohan direncanakan mengingat aksi perusakan tugu milik sejumlah perguruan silat di Kabupaten Sragen akhir-akhir sering terjadi dan memicu konflik.

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo memberi batas waktu sepekan ke depan kepada semua perguruan silat untuk merobohkan tugu mereka sendiri. Penegasan itu disampaikan Kapolres Sragen seusai memimpin rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) bersama tiga perwakilan perguruan silat di Ruang Sukowati, kompleks Setda Sragen, Jumat (28/6/2020).

Tiga pimpinan perguruan silat di Bumi Sukowati yang hadir, yakni dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sragen yang diketuai Jumbadi, PSHT Sragen yang diketuai Surtono dan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti Sragen yang diketuai Waluyo. 

Kapolres menegaskan pembongkaran tugu itu didasarkan untuk menjaga kondusifitas dan gesekan antar perguruan lantaran belakangan kerap terjadi aksi pengrusakan tugu perguruan silat.

“Sesuai kesepakatan bersama tadi,  semua tugu perguruan silat akan dilakukan pembongkaran,” papar Kapolres kepada wartawan.

Menurut Kapolres, dari hasil pendataan, saat ini di Sragen terdapat ratusan tugu milik berbagai perguruan silat. Di antaranya milik PSHT sebanyak 187 tugu, 19 tugu milik IKSPI Kera Sakti, dan puluhan milik perguruan lainnya. Seperti perguruan silat Pagar Nusa, Cempaka Putih dan lainnya. 

Terpisah Edy Indrianto Ketua Dewan Pertimbangan Cabang PSHT Sragen mengatakan seluruh pengurus menolak kesepakatan Forkompinda Sragen dan Tiga pengurus perguruan silat. Menurut Edy mereka menyebut tugu tersebut tidak ada kaitannya dengan perselisihan yang terjadi selama ini.

"Karena kesepakatan bersama kami harus menerima, namun tindak lanjut dari mediasi itu adek-adek kami tingkat kecamatan menolak dari kesepakatan tersebut. Mereka menolak dirobohkan (tugu silat) karena dia urunan sendiri mendirikan sendiri," beber Edy saat dikonfirmasi RRI, Sabtu (27/6/2020).

Edy Indrianto menyampaikan sejumlah perwakilan dari perguruan silat meminta kelonggaran waktu lebih dengan alasan perlu menyosialisasikan hal itu kepada semua anggotanya. Terlebih, tidak semua wakil perguruan silat ikut hadir dalam pertemuan yang digelar di Ruang Sukowati Setda Sragen tersebut. 

"Sehingga kalau mau dirobohkan ada yang menanyakan apakah ada ganti rugi. Mereka membuat surat pernyataan menolak perobohan itu disampaikan ke Bupati dan pak Kapolres," tandasnya. 

Tenggat untuk pembongkaran semua tugu perguruan silat itu rencana baru akan diputuskan dalam pertemuan Senin depan. Forkompinda Sragen Berharap dengan Perobohan tugu silat tidak ada konflik berkepanjangan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00