WFH Tak Efektif, ASN Solo Kembali Kerja Dari Kantor

Foto ilustrasi ASN sedang mengikuti apel. Dok Istemewa.

KBRN, Surakarta: Pemkot Surakarta mencabut kebijakan bekerja dari rumah atau work from home bagi aparatur sipil negara (ASN). Abdi negara itu mulai Selasa (2/6/2020) wajib masuk kembali ke kantor.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang kebijakan bekerja dari rumah yang mengacu pada surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) tentang penyesuaian sistem kerja ASN selama merebaknya virus Corona. 

Sekretaris Daerah Surakarta Ir.Ahyani mengatakan semua ASN sudah mulai bekerja seperti sediakala sebelum Pandemi Korona. Namun ada beberapa dispensasi menurut Ahyani, yakni pegawai yang sakit dapat mengajukan izin resmi untuk bekerja dari rumah, namun dengan pemantauan dan program yang jelas. 

"Enggak langsung ke normal baru tapi pegawai diharapkan kerja di kantor. Kalau memang mau minta izin WFH resmi bisa diizinkan, dengan tetap jelas daftar yang mau dikerjakan hari itu, harus laporan ke bagiannya. Kan aturan pemerintah boleh WFH tapi harus jelas tugasnya,” kata Ahyani Senin (1/6/2020).

Ahyani, menyampakan ASN yang bekerja dari rumah dinilai kurang efektif, karena WFH kesannya malah seperti libur. "Lha WFA kesannya malah libur kok. Coba saja lihat itu di dinas," tandas Ahyani.

Sedangkan Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyampaikan, ASN wajib masuk kembali ke kantor mulai Selasa 2 Juni, dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebelum masuk kantor akan dicek suhu tubuhnya, bilamana demam, akan diminta pulang kembali.

“Tempat cuci tangan pakai sabun ‘kan sudah terpasang. Nanti lebih diperketat lagi,” kata Rudy.

Walikota mengatakan akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke kantor-kantor guna mengecek tingkat kehadiran ASN pada hari pertama dan kedua pencabutan kebijakan bekerja dari rumah. Sidak sekaligus mengecek pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan perkantoran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00