Pemkab Sukoharjo Mulai Lakukan Berbagai Persiapan Menuju Tatanan Kehidupan Baru.

KBRN Sukoharjo : Pemkab Sukoharjo melalui tim gugus tugas mulai berbagai persiapan menuju new normal atau tatanan kehidupan baru.  

Salah satunya adalah menggelar sidak di pusat keramaian seperti pasar tradisional, pasar modern, Mall dan tempat ibadah.

Khusus tempat ibadah tim gugus tugas juga mendatangi GKI Kartasura yang menggelar simulasi tata cara ibadah yang sempat terenti akibat status KLB dan tangap corona sejak dua bulan lalu.

Simulasi tata cara ibadah dilakukan sebagai persiapan para pelayan ibadah dan seluruh jemaat masuki situasi tatanan kehidupan baru.

Sehingga memiliki gambaran yang jelas tentang tata cara yang baru dalam ibadah tatap muka di gedung gereja.

Pendeta GKI Kartosuro Ayub Sektiyanto, disela simulasi kepada wartawan mengatakan bahwa simulasi yang dilakukan untuk tata cara ibadah tersebut meliputi beberapa tahapan.

“ Selama new normal, kami tetap menjalankan protokol Covid 19. Diantaranya secara protokoler jemaat masuk gedung gereja, wajib cuci tangan, , melakukan cek suhu badan, jaga jarak dan pemasangan floor marking,’ ungkap Aytub.

Selain itu  juga mengatur posisi duduk, bila sebelum pandemi Covid-19 satu kursi untuk 5-6 jemaat akan tetapi di era tatanan kehidupan baru satu kursi hanya boleh ditempat tiga orang.

  

“ Untuk tempat duduk bangku kami juga atur jaga jarak satu bangku hanya diisi tiga orang,” tukasnya.

Untuk pemberian persembahan juga tata cara di ruah dengan menempatkan tempat persembahan di depan pintu keluar, diberikan pada saat keluar untuk mengurangi sentuhan tangan.

Ya, termasuk memberikan salam di akhir ibadah kepada pendeta akan ditiadakan diganti dengan salam tanpa bersentuhan,” cetusnya.

Sementara itu Kepala Kemenag kabupaten Sukoharjo Ihsan Muhadi juga menghimbau kepada semua majelis takmir masjid di Sukoharjo utuk mulai mempersiapkan diri agar kegiatan ibadah dapaat kembali digelar di dalam masjid.

“ Yang yang perlu diperhatikan adalah dapat mengikuti anjuran dari pemerintah yakni protokol kesehatan harus diutamakan. Diantaranya yang utama adalah mengatur jarak sof antar jemaah dan tidak berjabat tangan,” cetusnya.

Pihaknya juga meminta agar saat beribadah  dapat menjaga pola hidup bersih termasuk membawa sendiri perlengkapan sholad, mulai dari mukena dan sajadah. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00