Kasus Covid 19 di Kabupaten Sukoharjo Terus Meningkat, KLB Diperpanjang Hingga Akhir Juli 2020

KBRN SUKOHARJO : Pemkab Sukoharjo melalui tim gugus tugas memperpanjang Status Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masa tanggap darurat Covid-19 hingga akhir Juli 2020.

Kebijakan itu dilakukan seiring kurva persebaran pandemi Covid-19 di Sukoharjo yang terus meningkat.

“Ya, sedianya, status KLB Covid-19 di Sukoharjo berakhir pada 29 Mei 2020 ini. Namun, hingga akhir bulan Mei ini persebaran virus Covid-19 terus meningkat sehingga KLB kami perpanjang hingga akhir Juli,” ungkap Juru Bicara tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Sukoharjo, dokter Yunia Wahdiyati saat ditemui sejumlah media di Kantor Bupati, Selasa (26/05/2020).

Dia mengakui jika kabupaten Sukoharjo merupakan daerah dengan jumlah pasien positif Covid-19 terbanyak di Soloraya dan masuk tiga besar se-Jawa Tengah. Hal ini merupakan salah satu pertimbangan memperpanjang status KLB dan masa tanggap darurat Covid-19.

“Setelah status KLB diperpanjang kami  berharap tak ada lagi penambahan pasien positif corona,” cetusnya.

Sementara itu hingga per hari Selasa (26/05/2020)  jumlah positif Covid 19 di kabupaten Sukoharjo sudah mencapai 69 orang.

“Dari jumlah tersebut sebanyak 32 orang melakukan isolasi mandiri, enam orang dirawat di rumah sakit, dan empat orang meninggal dunia. Sedangkan jumlah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah menjadi 27 orang,” tukas dokter Yunia

Dikatakan, mayoritas pasien positif tanpa gejala di Sukoharjo merupakan bagian dari klaster Ijtima Ulama Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan.

“Kondisi fisik dan kesehatan mereka cukup baik namun tetap berpotensi menularkan wabah Covid-19 kepada orang lain,” tukasnya.

Jumlah pasien positif tanpa gejala di Sukoharjo lebih dari 20 orang yang kini menjalani isolasi di Rumah Sehat Covid-19 di Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo.

Tim Gugus tugas bakal menggencarkan rapid test sebagai upaya deteksi dini persebaran pandemi Covid-19.

“Nantinya rapid test massal akan digelar di mall, swalayan, dan pasar tradisional serta para pemudik yang hendak pulang ke daerah perantauan,” pungkasnya.(Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00