Walikota Akui Solo Belum Siap New Normal

Suasana lalulintas Jalan Slamet Riyadi Solo. Foto sebelum KLB Corona.

KBRN,Surakarta: Kota Solo belum siap memulai hidup new normal paska Pandemi Covid-19 awal Juni mendatang. Pemkot Surakarta mengakui, butuh persiapan matang sebelum masyarakat kembali dengan kehidupan semula.

Walikota Surakarta FX.Hadi Rudyatmo, menyampaikan ada beberapa sektor yang perlu dipersiapkan lebih matang. Seperti sektor pendidikan perlu dipikirkan serius agar generasi penerus bangsa ini terlindungi dari Covid-19 saat kembali sekolah.

"Rekomendasi anak sekolah masuk nanti 15 Juli. Tapi ini masih berfikir, karena orang tua murid mulai khawatir," ungkap Walikota Surakarta FX.Hadi Rudyatmo, seusai mengikuti silaturahmi dan halal bihalal Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surakarta secara virtual, Selasa (26/5/2020). 

Walikota yang akrab disapa Rudy itu mengatakan bahwa kasus Covid-19 di Solo kembali bertambah 4 pasien. Bahkan Rudy membeberkan, sempat mengajak anak-anak Kota Bengawan untuk gowes santai pada 1 Juni dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila.

"Saya ajak sepedaan kemarin masih menolak, katanya belum aman," ujarnya. Menurut Rudy, anak-anak berfikir sangat mudah untuk tertular virus Corona.

Sehingga untuk memulai kegiatan pendidikan pada 15 Juli belum bisa dipastikan. Pihaknya juga membutuhkan masukan dari berbagai kalangan.

"Jadi kalau ada yang ngomong anak-anak punya kekebalan itu saya anggap salah. Jadi tanggal 15 Juli belum berani, belum fiks, karena banyak masyarakat yang memberikan masukan," tandas Rudy.

Rudy mengatakan, untuk persiapan new normal akan diproses untuk kedepannya. Kemungkinan tahap awal pelajar 70 persen belajar di rumah, dan 30 persen di sekolah. "Atau 50 persen di luar sekolah dan 50 persen di rumah," ujarnya.

Sementara untuk kalangan masyarakat umum saat kembali kerja, Rudy  meminta tetap menggunakan masker. Kemudian jaga jarak physical distancing dan sering cuci tangan. 

Sementara itu Rudy membeberkan bahwa Selasa 26 Mei Pasien Covid-19 Solo bertambah empat orang. Tiga di antara empat kasus baru terkonfirmasi Covid-19 tersebut berasal dari Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan. 

Sedangkan, satu kasus baru positif Covid-19 dari Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasarkliwon yakni PDP naik kelas. Oleh sebab itu Pemkot belum akan mencabut Status KLB Corona, apalagi menerapkan hidup normal. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00