Pasien Covid-19 Kembali Naik, KLB Solo Diperpanjang Sampai 7 Juni

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo memberikan keterangan pers dengan wartawan.

KBRN,Surakarta: Status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid 19 Kota Solo diperpanjang sampai 7 Juni 2020. Protokoler Covid-19 wajib diterapkan masyarakat Kota Bengawan selama KLB masih berlangsung.

Perpanjangan status KLB ini hasil dari evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surakarta, Selasa (26/5/2020). Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan, perpanjangan KLB karena pasien terkonfirmasi positif Covid-19 Solo kembali naik. 

"Perpanjangan sampai 7 Juni, karena ada penambahan empat positif Covid-19," ungkap Walikota saat jumpa pers bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, di Gedung Manganti Praja Balaikota Surakarta.

Untuk diketahui, Selasa 26 Mei Pasien Covid-19 Solo bertambah empat orang. Tiga di antara empat kasus baru terkonfirmasi Covid-19 tersebut, berasal dari Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan. Sedangkan, satu kasus baru positif Covid-19 dari Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasarkliwon yakni PDP naik kelas.

Rudy sapaan akrabnya menambahkan hasil Rapid Test dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) dari tenaga kesehatan juga ada penambahan. Termasuk hasil Rapid Test warga pasar tradisional dan pasar modern di Kota Solo.

"Hasil Rapid Test reaktif juga tambah. Tenaga kesehatan 8, Pasar Tradisional 2 pedagang dan di Paragon Mall ada 1," tambah Rudy.

Rudy meminta protokol kesehatan tetap diterapkan masyarakat selama status KLB. Termasuk beribadah dari rumah harus dilakukan untuk menghentikan mata rantai penyebaran Covid-19.  

"Protap kesehatan tetap dilakukan.Imbauan tempat ibadah samaKemudian sekolah sampai 15 Juli baru masuk," tandasnya.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surala, Ir.Ahyani, mengatakan saat ini tiga pasien terkonfirmasi positif asal Joyotakan telah dirawat di RSUD Bung Karno sedangkan pasien asal Semanggi dirawat di RSUD dr. Moewardi (RSDM). Sehingga secara kumulatif sampai 

"Selasa, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Solo mencapai 33 orang. Perinciannya, empat orang meninggal, 22 sembuh, dan tujuh orang dirawat inap," beber Ahyani.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) naik jadi 195 orang, di mana 13 di antaranya masih dirawat inap, 153 sembuh, dan 29 meninggal dunia. Total orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 587 orang, yang dirawat inap tiga orang, 31 dirawat jalan, 34 masih dalam pemantauan, dan sisanya selesai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00