7 Pasien Covid-19 Sragen Sembuh, Bupati Minta Masyarakat Tak Terlena

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati melepas 7 pasien Covid-19 yang sembuh untuk pulang ke rumah masing-masing.

KBRN, Sragen: Tujuh pasien Positif Covid 19 di Kabupaten Sragen dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Kepulangan  tujuh pasien tersebut dilepas langsung Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dari Rumah Sakit Darurat Technopark Sragen, Jumat (22/5/2020).

Mereka diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah menjalani isolasi beberapa pekan. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersyukur dengan sembuhnya tujuh pasien.

Sampai kini sudah ada 13 pasien asal Sragen yang sembuh dari 31 orang yang terkonfirmasi positif. Satu orang meninggal dan yang masih dirawat dan menjalani isolasi mandiri sejumlah 17 orang masih dirawat. 

Dua orang di RSUD Dr Muwardi Solo dan 15 orang dikarantina di Sasana Manggala Sukowati (SMS). Bupati menyampaikan dengan 13 orang sembuh ini meningkatkan optimisme pasien lain untuk sembuh. 

”Alhamdulillah hari 7 orang sembuh dan diijinkan kembali ke keluarga masing masing untuk isolasi mandiri. Kami melepas mereka dengan penuh masa syukur. Mereka dinyatakan negatif setelah menjalani swab test,” terangnya.

Bupati juga meminta pasien yang berhasil sembuh untuk membantu pemerintah menjadi juru bicara ke masyarakat agar lebih bisa diterima. "Kami harapkan bapak ibu yang sembuh menyampaikan kepada keluarga dan masyarakat tentang bahaya Covid 19," tandasnya. 

Namun bupati mengingatkan masyarakat untuk tidak terlena, karena pandemi masih berlangsung dan siapa saja bisa tertular. Bupati menegaskan untuk antisipasi penyabaran sebelum lebaran, Bupati melakukan screening di pusat perbelanjaan. 

"Termasuk mengantisipasi membludaknya pengunjung di mall-mall dan pasar tradisional, kita skrining hari ini," ujar perempuan yang akrab disapa mbak Yuni itu. 

Salah satu pasien sembuh Arif Azhar, 28, warga kecamatan Sragen Kota menyampaikan bersyukur hasil swab test negatif. Dia menilai wabah covid-19 ini bukan sebagai musibah, namun merupakan teguran untuk hidup bersih dan sehat.

”Alhamdulillah, selama karantina tidak mengalami keluhan apapun. Kita juga mengikuti protokol seperti cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak,” tuturnya.

Dia mengatakan tertib meminum suplemen yang dianjurkan dokter. Sejak menjalani karantina 27 April lalu mengikuti kegiatan dengan baik. Arif mengakui pelayanan kesehatan dan perhatian dari petugas medis sangat baik, Pihaknya berharap bisa diterima di masyarakat, karena paisen covid-19 bukan merupakan aib. 

"Pelayanan bagus. Intinya motivasi kita percaya pada Allah SWT, bahwa ini bukan musibah ini teguran."

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00