Dispertan Sukoharjo Waspadai Wabah Virus Afrika Yang Menyerang Ternak Babi

KBRN Sukoharjo : Dinas pertanian dan perikanan pemkab Sukoharjo mewaspadai masuknya  wabah demam babi afrika atau virus African Swine Fever (ASF) dan Hog Cholera.

Virus mematikan yang menyerang hewan babi itu telah menyebabkan kematian ribuan ekor babi di sejumlah daerah.

Kepala dinas pertanian dan perikanan Pemkab Sukoharjo Nyonya Netty Harjiyanti mengakui, jika wilayah kabupaten Sukoharjo memiliki tingkat populasi ternak babi terbesar ketiga di Jawa Tengah.

“ Sebagai antisipasi penyebaran wabah ASF dan Hog Cholera kami melakukan upaya pengawasan dan pencegahan,” ungkap Nyonya Netty, Selasa (18/02/2020).

Menurutnya, salah satunya adalah rutin melakukan pemeriksaan, membatasi keluar masuknya hewan ternak. Termasuk memberlakukan aturan tentang hewan ternak yang masuk ke Sukoharjo harus memiliki surat keterangan kesehatan.

Begitu juga sebaliknya untuk ternak yang akan keluar dari Sukoharjo surat keterangan sehat sudah menjadi syarat utama yang harus disertakan.

Nyonya Nety Harjiyanti saat ditemui di kantornya kepada RRI juga mengatakan jika populasi ternak babi di Sukoharjo tidak sebanyak 4 tahun lalu yang sempat tertinggi di jawa tengah.

Namun banjir yang terjadi tahun 2018 banyak peternak babi yang mengungsikan ke wilayah lain.

“ Kami juga melakukan kerjasama dengan Balai besar Veteriner Wates Yogyakarta secara berkala juga dilakukan untuk lebih memastikan kesehatan hewan ternak dengan cara melakukan pengecekan guna mencari sampel virus secara dini,” cetusnya,.

Tidak hanya itu saja, Dispertan dan perikanan Sukoharjo saat ini jga melarang masuknya hewan ternak babi dari daerah lain yang terkena ASF dan Hog Cholera.

“ Hingga kini wilayah kabupaten Sukoharjo bebas dari wabah ASF dan Hog Cholera,” pungkasnya. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00