Warga Terdampak PT RUM Sukoharjo Kembali Gelar Unjuk Rasa

KBRN Sukoharjo : Ratusan warga terdampak limbah udara PT RUM Sukoharjo kembali menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (10/12/2019.

Aksi yang digelar di depan PT RUM itu mendapatkan pengawalan ketat dari Dalmas Polres Sukoharjo.

Warga mengaku sudah hilang kesabaran atas janji-janji yang diucapkan PT RUM. Dimana bau tidak sedap sudah dirasakan sekitar 2 tahun terakhir oleh pabrik yang memproduksi serat rayon tersebut.

Aksi unjuk rasa dilakukan dengan cara unik. Puluhan warga sebagian membawa kentongan sebuah alat tradisional terbuat dari bambu sebagai pengingat bilamana telah terjadi bahaya.

Sembari melakkan orasi, kentongan yang dibawanya itu ditabuh bertalu-talu.

Mulyadi salah satu warga dari Desa Pengkol yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari PT RUM mengakui jika bau tidak sedap selalu muncul saat pabrik beroperasi.

Bahkan saking tidak sedapnya kadang seperti bau tinja dan membuat mata menjadi perih.

“Kami hanya meminta PT RUM untuk melakukan perbaikan limbah udara sehingga bau yang ditimbulkan kembali normal layaknya sebelum PT RUM berdiri ,” Mulyadi.

Aksi unjuk rasa itu banyak melibatkan ibu-ibu dan juga anak-anak diwarnai dengan menggelar spanduk dan juga poster yang intinya menuntut agar bau yang meneror warga selama dua tahun lebih segera hilang.

Koordinator aksi Hirman mengatakan pada prinsipnya, PT RUM tidak mampu menghilangkan bau sesuai batas waktu yang diberikan Pemkab Sukoharjo.

“Seharusnya sanksi dinaikkan lagi karena PT RUM tidak mampu mengatasi bau busuk dan pencemaran lingkungan,” tukasnya. (Edwi

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00