Sebelum Warung Gukguk di Solo Tutup, Pengusaha Harus Alih Profesi

KBRN, Surakarta: Rencana penutupan warung gukguk di wilayah Kota Solo mendapat angin segar dari Wali kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. Orang nomor satu di Kota Bengawan itu menyambut positif permintaan Gubernur Ganjar Pranowo agar setiap daerah membuat Perda Konsumsi Daging Anjing. 

Wali kota yang akrab disapa Rudy itu mengatakan, tanpa Perda sekalipun bisa saja menghentikan usaha kuliner daging anjing. Namun yang harus dipikirkan setelah mereka tutup usaha apa yang akan ditekuni para pedagang sate gukguk. 

"Tentunya Pak Gub mengusulkan Perda kita setuju, tapi sebelum itu dibahas mending kita carikan solusi. Bahwa para pedagang kuliner sate guguk itu punya keluarga punya anak yang perlu mendapatkan sentuhan pendidikan," kata Rudy saat ditemui wartawan disela peresmian SDN Cengklik Banjarsari, Jumat (6/12/2019).

Rudy tidak akan memberikan kompensasi kepada para PKL tersebut, karena dianggap tidak menyelesaikan masalah. Sebab jika uang kompensasi habis maka bisa jadi mereka beroperasi kembali atau justru tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya. 

"Kalau ditutup dengan kompensasi selesai. Tapi anaknya nanti sekolah atau tidak setelah dapat kompensasi?, ungkapnya. 

Sebelum melakukan penutupan warung gukguk yang jumlahnya hampir seratus, Pemkot akan meminta masukan dari berbagai kalangan termasuk para pelaku usaha. Mereka akan dikumpulkan awal tahun 2020 mendatang untuk mencari solusi yang pas tanpa merugikan siapapun. "Kita mau panggil dulu di awal tahun lah," ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Ganjar Pranowo mengusulkan agar para pelaku usaha kuliner daging anjing itu beralih usaha jualan sate ayam atau sate kambing. Wali kota Rudyatmo sepakat dengan usulan Ganjar Pranowo, namun sebelumnya harus ada pelatihan terlebih dahulu. 

Menurut Rudy tanpa adanya pelatihan dan pendampingan terlebih dahulu mereka akan gagal mengelola usaha barunya. Usaha kuliner daging anjing itu berbeda dengan usaha kuliner sate ayam atau pun sate kambing termasuk bumbu-bumbu yang digunakan. 

"Namanya nusuk sate anjing dan kambing apalagi ayam itu beda. Bumbu yang digunakan itu ya beda. Semua harus dilatih dulu," pintanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00