Atasi Pencemaran Bengawan, Walikota Solo Usul Bangun IPAL di Hilir Anak Sungai

KBRN, Surakarta: Pencemaran Sungai bengawan Solo dari berbagi limbah yang mengalir dari anak-anak sungainya harus segera mendapatkan penanganan secepatnya. Gubernur Ganjar Pranowo meminta penanganan limbah selesai dalam setahun.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengusulkan, pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di hilir anak Sungai Bengawan Solo. Pembuatan IPAL di hilir anak Sungai Bengawan Solo tersebut dinilai mampu mengatasi permasalahan limbah yang selama ini dianggap mencemari Sungai terpanjang di Pulau Jawa itu. 

"Saya kemarin mengusulkan itu (pembuatan IPAL di hilir anak Sungai Bengawan Solo)," ungkap Rudy kepada wartawan di Balaikota, Kamis (5/12/2019).

Adapun pembuatan IPAL di hilir anak Sungai Bengawan Solo akan melibatkan seluruh lembaga terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, dan pelaku industri. Menurut Rudy, pembuatan IPAL itu tidak sampai memakan waktu hingga 12 bulan. 

"Pak Ganjar memberikan waktu 1 tahun atau selama 12 bulan saja untuk penanganan limbah Bengawan Solo. Tidak sampai setahun selesai," tandasnya.

Meski demikian, Rudy meminta agar usulan itu tidak hanya dilakukan di Solo saja. Tetapi, daerah yang dialiri Sungai Bengawan Solo seperti Sukoharjo, Wonogiri, Sragen dan Karanganyar juga harus membuat IPAL tersebut untuk menampung limbah industri. 

Dikatakannya, di Solo ada empat sungai yang bermuara ke Sungai Bengawan Solo. Keempat anak sungai itu antara lain, Sungai Anyar, Sungai Wingko, Sungai Jenes dan Sungai Pepe. "Kalau dibangun dipinggir pinggir sungai itu kan tidak mengganggu masyarakat," ujarnya.

Untuk diketahui, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memanggil 15 perusahaan yang terindikasi melakukan pencemaran Sungai Bengawan Solo di Gedung B Lantai V Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Selasa (3/12/2019). Selain perusahaan besar, perwakilan industri sedang, pelaku UKM dan peternakan diminta menghentikan aktivitas pembuangan limbah ke sungai bengawan Solo sekarang juga. 

Ganjar memberi waktu selama 12 bulan kepada sejumlah perusahaan tersebut untuk memperbaiki sistem pengelolaan limbah dan sudah disepakati dengan meneken kontrak. Selama kurun waktu itu juga, aktivitas pembuangan limbah ke sungai harus dihentikan. Jika masih melakukan pelanggaran, Ganjar meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00