BAPEDA Surakarta Gelar Diskusi Terbatas Untuk Integrasi Data Tunggal Sistem Informasi Pemkot

KBRN Surakarta : Dalam pengolahan data akan menghasilkan informasi. Data mentah tidak akan berguna apalagi jika orang tidak mengetahui metadatanya.

Namun bagi sebagian orang bisa saja menjadi komoditas. Setelah diolah sebuah data akan menghasilkan sesuatu yang berbeda sebagai referensi dalam pengambilan keputusan.

“ Sebuah informasi akan ditampilkan menjadi bentuk lain yang mudah dibaca bagi yang membutuhkannya.Pemerintah kota Surakarta dibawah koordinasi BAPEDA menyadari akan ketergantungan data satu dengan yang lainnya ,” paparan itu diungkap Bambang Eka Purnama akademisi dari UBSI Surakarta didepan rapat terbatas di BAPEDA Surakarta, Selasa (03/12/2019).

Menurut dia, data yang ada di setiap OPD PEMKOT harus bisa saling dipertukarjan agar bisa menghasilkan informasi yang bisa digunakan sebagai referensi dalam pengambilan kebijakan.

“ Sebagai langkah awal BAPEDA harus menginventarisasi sistem informasi yang ada di setiap OPD dilingkungan PEMKOT. Kemudian harus dideskripsikan dan dianalisis akan kemanfaatannya. Disinkronkan antar OPD lainnya apakah ada overlap atau tidak. Jika ada bisa jadi salah satu harus di nonaktifkan dan memberdayakan salah satunya yang memiliki keunggulan lebih ,” tuturnya.

Selanjutnya Sistem Informasi yang dimiliki harus bisa menggambarkan informasi yang merata dari setiapOPD yang ada. Dengan begitu pekerjaan akan semakin mudah dan bisa memikirkan inovasi pembangunan lainnya yang lebih baik lagi untuk kemajuan Solo.

“ Dengan terintegrasinya database nantinya juga akan mendukung Smartcity yang sedang dibangun bertahap di Solo. Sehingga hampir semua pekerjaan bisa di remote dari mana saja dan kapan saja sehingga masyarakat akan terlayani dengan baik seperti konsep Smartcity yang mengutamakan layanan untuk masyarakat. Yang bergerak bukan lagi manusia tai databasenyalah yang digerakkan dengan sistem informasi ,” ungkap Bambang.

Sementara itu Tulus Widayat Kepala BAPEDA Surakarta dalam closing statemennya mengatakan bahwa sudah saatnya database yang tersebar dimasing - masing OPD disatukan agar terintegrasi dan menghasilkan informasi yang komprehensif.

“ Saat bagian keuangan akan mengeluarkan gaji, apakah masuknya pegawai tepat waktu atau tidak, ada lembur atau tidak, ada kegiatan keluar atau tidak bisa mengambil data dari masing - masing OPD dengan mudah dia mencontohkan salah satu manfaat data yang terintegrasi,” tukasnya. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00