BPBD Sukoharjo Bersama Disabilitas SEHATI Gelar Sosialisasi Potensi Kebencanaan

KBRN Sukoharjo : Pemerintah dinilai belum maksimal mengakomodir kelompok rentan dan difabel dalam hal penanggulangan bencana.

Hal ini dapat terlihat dari belum terbangunnya sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) yang mudah di akses oleh penyandang disabilitas.

Ketua Paguyuban Sehati Kabupaten Sukoharjo Edi Supriyanto mengatakan, saat ini difabel belum banyak mendapatkan informasi tentang kebencanaan. Padahal menurutnya, difabel sangat memerlukan kemampuan untuk menyelamatkan diri secara mandiri saat terjadi bencana.

“Difabel adalah salah satu kelompok rentan yang juga berpeluang menjadi korban bencana. Sementara saat ini, difabel tidak banyak mendapatkan informasi tentang kebencanaan. Padahal, 98 persen orang selamat dari bencana itu karena mampu mengevakuasi atau menyelamatkan diri secara mandiri,” jelas Edi Supriyanto kepada RRI, Selasa (03/12/2019) usai menggelar sosialisasi bencana bersama BPBD dengan Penyandang Disabilitas di Kabupaten Sukoharjo.

Menurutnya, keberadaan sistem peringatan dini bencana yang dapat menyentuh Penyandang Disabilitas sangat di perlukan. Pasalnya, sistem peringatan dini merupakan sistem yang dapat memberikan informasi awal bagi siapapun untuk melakukan tindakan persiapan menyelamatkan diri.

“Saat ini difabel juga tidak dapat mengakses early warning system. Padahal bencana dapat terjadi dimana saja dan menimpa siapa saja termasuk difabel,” imbuhnya.

Pihaknya berharap Pemerintah serius mengakomodir difabel dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, termasuk melibatkannya dalam perumusan kebijakan serta peningkatan kapasitas difabel.

“Perlu peningkatan partisipasi difabel dalam setiap tahapan penanggulangan bencana. Selain itu juga perlu pembentukan unit layanan difabel sebagai wadah peningkatan kapasitas difabel, sehingga tercipta penanggulangan bencana yang inklusif,” tuturnya.

Sebagai pilot project wadah bagi difabel untuk berpartisipasi dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Sukoharjo, Paguyuban Sehati mendeklarasikan pembentukan Relawan Disabilitas Peduli Bencana Sukoharjo pada peringatan Hari Disabilitas Internasional. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00