Tim Pengabdian UMS, Adakan FGD Penguatan Prokes

KBRN Surakarta : Tim Pengabdian UMS adakan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Implementasi Protokol Kesehatan (Prokes) dalam Pertemuan Tatap Muka (PTM) selama Pandemi COVID-19 bersama Sekolah-Sekolah Muhammadiyah, Kartasura, Sukoharjo.

Tim Kolaborasi yang terdiri dari Fakultas Geografi, Fakultas Ilmu Kesehatan serta Fakultas Komunikasi dan Informatika UMS itu di Ketuai oleh Dr. Choirul Amin dengan mengambil tempat pertemuan, di Gedung Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidokerto RT 1/IV Gumpang Kartasura pada Sabtu yang lalu (06/08/2022). Menurut Choirul, saat ini sekolah telah melakukan  Pembelajaran Tatap Muka (PTM) meski pandemi COVID-19 belum sepenuhnya dinyatakan berakhir. Buku Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Kemendikbud Ristek menyebutkan bahwa setelah pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan divaksin COVID-19 secara lengkap, satuan pendidikan wajib menyediakan layanan pembelajaran tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Oleh karena itu, maka perlu penguatan implementasi prokes di sekolah-sekolah,” papar Choirul. Kegiatan pengabdian masyarakat ini, lanjut dia, didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2022. Acara FGD dihadiri oleh pimpinan Majelis Dikdasmen PCM Kartasura dan 11 kepala sekolah-sekolah Muhammadiyah Kartasura dan yang terdiri dari 6 Kepala Sekolah tingkat SDIT/MIM, 3 Kepala Sekolah tingkat SMP, 1 Kepala Sekolah tingkat SMK dan 1 Kepala Sekolah tingkat SMA yang dilakukan dengan menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Acara FGD dipandu oleh Dwi Linna Suswardany, SKM, MPH dan M Iqbal Taufiqurrahman Sunariya S.Si, M.Sc. adapun, tujuan utama FGD ini adalah untuk mencari dan menggali informasi tentang bagaimana situasi kondisi penerapan prokes di sekolah saat ini. Dalam acara ini peserta sangat antusias merespon dan menyampaikan bagaimana kondisi penerapan prokes di sekolah masing-masing.

Kepala Sekolah MIM Kertonatan Kartasura Rofi` menyampaikan kondisi di sekolah saat ini murid sudah terbiasa memakai masker di dalam ruangan, namun di saat kondisi tertentu seperti kegiatan olahraga para siswa biasanya melepas masker. Selain itu, di sekolah MIM PK Kartasura sudah memiliki alat prokes. Adapun, Dwi Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Kartasura meyampaikan di sekolahnya ada tim penggerak prokes yang beranggotakan para guru.

“Namun para siswa kini semakin kurang disiplin dalam menjaga jarak dan penggunaan masker,” ujarnya.

Acara FGD diawali dengan dengan sambutan dari Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si selaku Kepala Bidang Pengembangan Persyarikatan Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) UMS sekaligus sebagai Mitra Pengabdian yakni Ketua Majelis Dikdasmen PCM Kartasura.

“Pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan yang istimewa karena berhasil lolos dari ribuan proposal yang mengajukan dari universitas se-Indonesia, maka dari itu perlu adanya dukungan dari semua pihak agar kegiatan ini berjalan dengan lancar,” katanya. Choirul Amin menyampaikan kegiatan pengabdian akan dilaksanakan melalui 4 tahapan yaitu: (1) tahap penyadaran berupa sosialisasi, FGD, penyuluhan, dan edukasi, (2) tahap pengkapasitasan berupa pelatihan tim penggerak prokes di sekolah, penghibahan alat cuci tangan berteknologi tanpa sentuh dan penghibahan standing thermo gun, dan hand thermo, (3) tahap pendampingan berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan hand sanitizer berstandar WHO, dan (4) tahap pelembagaan berupa pembentukan tim penggerak disiplin prokes di sekolah-sekolah Muhammadiyah Kartasura.

Heru Kepala SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar menyampaikan bahwa sekolahnya memiliki tim penegak prokes yang diberi nama ACC yang beranggotakan guru, wakasek, dan wali kelas. Namun kini ada tim baru yang dibentuk yaitu ACS, adapun tugasnya memanfaatkan barang sisa menjadi barang yang berharga.

Kegiatan ACS ini meliputi bank sampah, kolam ikan dari air wudhu, biopori, hidroponik.

“Akan adanya sosialisasi dari tim penegak prokes yang akan diadakan tim ACC siap untuk diaktifkan Kembali.” Katanya.

Dalam kegiatan ini, diharapkan sebagai langkah awal pemahaman konsep kegiatan Penguatan Implementasi Protokol Kesehatan Pembelajaran Tatap Muka selama Pandemi COVID-19 sehingga selama kegiatan Pengabdian Masyarakat dapat berjalan dengan lancar dan semakin banyak yang sadar mengenai pentingnya menjaga prokes meskipun pandemi Covid-19 sudah mereda. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar