UKM Pramuka UNS, di Balik Pasukan Pengibar Bendera Upacara Kemerdekaan RI

UKM Pramuka UNS, di Balik Pasukan Pengibar Bendera Upacara Kemerdekaan RI.

KBRN, Surakarta: Disiplin, berani, dan setia. Itulah salah satu isi Dasa Darma Pramuka yang senantiasa dipegang teguh oleh para anggota pramuka, termasuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UNS. Pramuka tidak hanya terdapat pada jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) saja, tetapi juga pada jenjang pendidikan tinggi.

Selain kegiatan kepramukaan, UKM Pramuka juga turut berkontribusi sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di UNS. Setiap 17 Agustus, UNS rutin mengadakan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Halaman Gedung Rektorat UNS. 

Pasukan Upacara Kemerdekaan RISalah satu pelibatan UKM Pramuka oleh kampus adalah saat upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus di UNS. UKM Pramuka menjadi pioneer dalam mencari mahasiswa atau open rekrutmen pengibar bendera, tim seleksi hingga menjadi pelatih.

“Biasanya kami oprec sekitar April atau Mei setelah pengumuman SNMPTN. Jadi, prioritas untuk mahasiswa baru karena latihannya cukup lama sekitar 3 bulan jadi cukup memakan waktu. Kalau mahasiswa baru kan masih banyak waktu luangnya sambal nunggu PKKMB,” jelas Muhammad Hasbi, Ketua UKM Pramuka UNS, Kamis (11/8/2022).

Mahasiswa D-3 Perpajakan Sekolah Vokasi (SV) UNS tersebut mengatakan bahwa selama tiga bulan mereka dilatih materi baris berbaris. Kemudian, 7 hari menjelang 17 Agustus terdapat training selama satu minggu penuh. Total, terdapat 50 pasukan upacara yang terdiri atas 5 petugas upacara dan 45 pengibar bendera. Pengibar bendera ini juga dibagi menjadi 3 pasukan, yaitu pasukan 18, pasukan 8, dan pasukan 45.

“Kami latihan tiga bulan sebelum 17 Agustus untuk membenarkan dari basic awal PBB. Selain itu juga untuk membentuk kekeluargaan di antara pasukan upacara. Kami latihan seminggu enam kali dari Senin sampai Sabtu. Nanti seminggu sebelum pelaksanaan ada training seminggu di Asrama UNS,” imbuhnya.

Salah seorang pelatih Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), Sofyan Saifudin dari Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mengatakan bahwa selain menjadi Paskibra, biasanya UKM Pramuka UNS juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan kampus, seperti Upacara Dies Natalis ke-46 UNS pada 11 Maret lalu.

Mungkin, bagi sebagian orang cukup asing dengan Pramuka di perguruan tinggi karena biasanya Pramuka erat dengan siswa-siswa SD hingga SMA. Namun, di jenjang perguruan tinggi termasuk UNS juga memiliki kegiatan kemahasiswaan yang bergerak di dunia kepramukaan. Pramuka UNS sendiri memiliki nomor gugus depan 04.555 dan 04.550 dengan nama Racana Sebelas Maret dan Ambalan Sebelas Maret.

Hasbi mengaku alasan pertama Ia mengikuti UKM Pramuka karena ingin meneruskan kegiatan yang telah Ia ikuti sejak SMP—SMA, yaitu Pramuka. Selain itu, ketika menjadi mahasiswa baru, Ia juga sempat menjadi Paskibra UNS sehingga Ia ingin melanjutkan hal-hal yang telah didapat untuk dikembangkan di UKM Pramuka UNS.

“Menurut saya, Pramuka itu organisasi yang relasinya sangat bagus, kekeluargaannya erat sekali. Apalagi sekarang kan relasi juga penting. Ketika kakak-kakak lulus, ada Keluarga Alumni Ambalan Sebelas Maret (KARAS) yang mewadahi silaturahmi antar alumni Pramuka UNS,” ungkap Hasbi.

Selain itu, Pramuka di perguruan tinggi juga biasanya erat dengan mahasiswa kependidikan. Namun, Hasbi menekankan bahwa UKM Pramuka terbuka bagi siapa saja. Termasuk dirinya juga berasal dari prodi non kependidikan, yaitu D-3 Perpajakan.

Dunia pramuka tidak sesempit yang ada di bayangan masyarakat pada umumnya. Banyak ilmu yang dapat dipelajari di UKM Pramuka UNS, terlebih terdapat empat bidang yang dapat digeluti oleh para anggota UKM. Keempat bidang tersebut adalah navigasi darat (navrat), kepemimpinan, semboyan dan teknik kepramukaan (semtekpram), dan search and rescue. 

“Selain itu, kami juga netral dan tidak akan terjerumus ke hal-hal negatif karena telah memegang teguh Dasa Darma tersebut. Di UKM Pramuka juga benar-benar menjadi wadah untuk berkembang, kalau saya lebih ingin fokus di bidang kepemimpinan sehingga saya mengambil jurusan kepemimpinan di Pramuka UNS ini,” ungkap Hasbi.

UKM Pramuka UNS sendiri tidak mengenal budaya senioritas karena mereka menerapkan prinsip ‘ngajeni’. Mereka mengajarkan saling menghormati antar sesama anggota seperti salah satu isi Dasa Darma Pramuka, ‘patriot yang sopan dan ksatria’. Dalam UKM ini, para anggota juga dilatih dalam peningkatan softskill dan hardskill yang diperdalam melalui pendidikan lanjutan.

Hasbi mengatakan bahwa kepengurusan dalam UKM Pramuka UNS dibagi menjadi tiga, yaitu Dewan Harian, Dewan Ambalan, dan Dewan Racana. Jumlah pengurus dan anggota masing-masing dewan juga berbeda. Sementara, total keseluruhan anggota UKM Pramuka UNS lebih dari 150 anggota yang tersebar dari berbagai fakultas.

“Dewan harian di sini berfungsi sebagai fasilitator atau penyatu antara dewan ambalan dan dewan racana. Untuk administrasi ke universitas, itu lebih ke dewan harian. Kalau kegiatan kepramukaan ke luar itu dewan racana, kalau internal ke dewan ambalan, dan untuk mengontrol adat pramuka di UNS ke dewan adat,” terangnya.

Saat tergabung dengan UKM Pramuka, para anggota wajib memenuhi Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang dapat dipenuhi selama perjalanan anggota tersebut di Pramuka UNS. Dalam pengisian SKU ini juga terdapat ujian yang dilakukan oleh para ahli di bidangnya, misal bidang keagamaan dapat diuji oleh ustaz atau pendeta.

Hasbi dan Sofyan berharap agar para anggota UKM Pramuka UNS dapat memanfaatkan wadah yang telah tersedia ini untuk meningkatkan kapasitas diri. Terlebih, banyak kegiatan positif yang diadakan oleh UKM ini. Selain itu, mereka juga berharap agar Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun ini dapat menjalankan tugas dengan baik karena sudah 2 tahun UNS tidak mengadakan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI karena pandemi.  (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar