2 Pekan Usai Terima Ganti Untung, Warga Terdampak Rel Layang Solo Diminta Pindah

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya (kiri) didampingi Wali Kota Gibran Rakabuming (Kanan) menyerahkan buku tabungan kepada warga terdampak proyek rel ganda Solo-Semarang di kelurahan Nusukan. Dok Pemkot Solo

KBRN, Surakarta: Warga Kecamatan Banjarsari, Solo, terdampak proyek rel ganda Solo-Semarang dan rel layang Simpang Joglo telah menerima ganti untung. Mereka diminta segera pindah, karena pembersihan lahan akan segera dilakukan.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya mengatakan, pembayaran lahan hak milik (SHM) telah dilakukan. Selanjutnya mereka segera pindah karena akan diselesaikan pembangunan rel sementara. 

"Secepatnya (segera pindah). Masyarakat kita bantu pindahan. Nanti kita koordinasi pak Lurah, RT, RW dan pekerjaan kita bisa segera lakukan di sana," tandas Putu Sumarjaya kepada wartawan seusai penyerahan ganti untung di Kelurahan Nusukan Rabu (6/7/2022).

Menurut Putu pembersihan lahan akan segera dilakukan. Pihaknya menargetkan dua pekan setelah pembayaran ganti untung ini warga segera angkat kaki. "Targetnya pindahnya segera. Paling lama dua minggu lagi sudah pindah," ungkap dia.

Terkait pelaksanaan proyek, Putu mengatakan saat ini sudah berjalan. Tahap awal dilakukan penggeseran rel lama, untuk pembangunan tiang pancang elevated rail. Karena rel itu harus beroperasi melayani rute Solo-Semarang. 

Setelah jalur layang selesai dibangun, rel Solo-Semarang akan dipindah ke atas. Sementara rel lama akan dibongkar. 

"Target kita akhir 2023 single track selesai. Double track paling lambat awal 2024," terang Putu Sumarjaya.

Sementara itu Kepala Badan Pertanahan Nasional BPN Surakarta Tensa Mardiani mengatakan saat ini proses pembayaran ganti untung belum selesai. Karena masih ada beberapa warga yang belum menyerahkan sertifikat.

"Pokoknya kalau sudah clean and clear dibayar. Masih ada juga beberapa sertifikat yang belum diserahkan karena masih dijaminkan di bank itu dijaminkan dulu. Urusannya baru selesai dipegang diserahkan ke kita kemudian kita bayar melalui rekening Bank Mandiri," jelasnya. 

Ditanya target untuk penyelesaian pembayaran ganti untung, Tensa memastikan semakin cepat semakin baik. Pihaknya berharap warga segera bisa menyerahkan sertifikat hak milik untuk diberikan ganti untung.

"Terakhir ini tahun anggarannya 1 tahun anggaran. Ya makin cepat makin baik masyarakat makin cepat menerima hasilnya kita juga makin selesai melaksanakan kegiatan yang lain," bebernya. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar