Gelaran COP Enabler Summit Resmi Berakhir, Rektor UNS Berikan Sertifikat Kelulusan kepada Peserta

Gelaran COP Enabler Summit Resmi Berakhir, Rektor UNS Berikan Sertifikat Kelulusan kepada Peserta.

KBRN, Surakarta: Gelaran Community of Practice-Engage all Actors for Sustainable Growth (COP) Enabler Summit yang berlangsung di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi berakhir, Selasa (5/7/2022). Hal tersebut ditandai dengan pemberian sertifikat kelulusan oleh Rektor UNS, Jamal Wiwoho dan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dam Kehutanan (KLHK), Agus Justianto.

Kegiatan yang diadakan oleh KLHK, UNS, Multistakeholder Forestry Programme (MFP), dan UK Aid ini dari rilisnya berlangsung selama dua hari pada 4—5 Juli di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS. COP Enabler Summit ini diikuti oleh puluhan ahli dalam bidang kehutanan di Indonesia untuk saling bertukar gagasan mengenai pengelolaan hutan.

Dalam pidato singkatnya, Agus Justianto menjelaskan bahwa rangkaian ini telah berlangsung sejak 12 April lalu. “Puncaknya dua hari ini di UNS. Kami dari KLHK sangat mendukung karena dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung peran dalam pelestarian serta pengelolaan hutan. Saya berharap dari kegiatan ini dapat menghasilkan campaign-campaign yang dapat diimplementasikan di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, Jamal juga sangat mengapresiasi atas keberhasilan seluruh peserta dalam mengikuti kegiatan ini. “Selamat karena berhasil mengikuti rangkaian kelas intensif dan proses coaching. Selain itu juga telah berperan dalam menyusun dan mempresentasikan ide–ide inovatif dan kreatif selama tiga bulan di tengah kesibukan dan keterbatasan waktu yang dimiliki. Saya merasa sangat kagum mendengar antusiasme, kesungguhan, dan perjuangan para Ibu dan Bapak peserta COP Enabler untuk dapat menyelesaikan program ini,” ungkapnya.

Jamal menambahkan bahwa menjadi enabler berarti menjadi pembangun struktur. Enabler dapat menciptakan sebuah kondisi agar sesuatu yang tidak mungkin dapat menjadi mungkin melalui fasilitasi berbagai pihak dalam suatu proses.

“Enabler harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berinovasi, dan sekaligus kreatif dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat. Kemampuan inti yang harus dimiliki seorang enabler adalah fasilitasi, yakni kemampuan melibatkan semua orang dengan menciptakan ruang saling interaksi agar tercipta solusi kreatif dalam membuat sebuah keputusan,” imbuhnya.

Sebelum mengakhiri sambutan, Jamal berpesan agar peserta COP Enabler dapat menguji dan mengembangkan ide–ide yang telah dirumuskan tersebut. Agar nantinya dapat menjadi sebuah inisiatif yang berdampak baik untuk peningkatan usaha hutan masyarakat dan kelestarian lingkungan. (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar