Disenggol Gibran Lewat Medsos, Bupati Karanganyar Juliyatmono Bantah Tolak BST Masuk Karanganyar

KBRN, Karanganyar: Bupati Karanganyar Juliyatmono membantah dengan tegas kabar yang menyoalkan dirinya menolak program  moda bus Batik Solo Trans (BST) masuk ke wilayah Kabupaten Karanganyar.

Pernyataan penolakan itu, disampaikan Bupati Juliyatmono saat dikonfirmasi wartawan terkait pernyataan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di akun media sosialnya terkait penolakan tersebut di kantor Setda Kabupaten Karanganyar, Senin (4/7/22).

Dikatakan Bupati, pihaknya belum pernah dikonfirmasi Wali Kota Surakarta terkait persoalan tersebut. Bahkan, sebaliknya, dirinya mendukung penuh adanya program BST masuk ke wilayah Karanganyar.

Menurutnya, program itu bisa membantu masyarakat dalam menyambungkan transportasi antara wilayah. Untuk itu, dirinya mendukung penuh rencana tersebut.

"Saya belum pernah dikonfirmasi oleh siapun termasuk mas Gibran. Dan tidak seperti itu, saya itu malah mendukung seribu persen," tegas Bupati.

Apalagi, lanjut Juliyatmono, bila BST bisa menyambung hingga ke wilayah perbatasan seperti 4J ( Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, Jatiyoso) , akan lebih baik dan sangat membantu masyarakat.

"BST kan sudah lewat Karanganyar, lha Palur itu. Mencari akses untuk mengembangkan transporasi sampai sini itu malah seneng, itu kan pelayanan masyarakat," ujarnya.

Bupati menambahkan, Pada prinsipnya, pihaknya tidak menolak moda transportasi BST masuk hingga ke wilayah Karanganyar. Saat ini, dirinya menunggu koordinasi yang dapat dilakukan bersama dalam membahas program aglomerasi transportasi umum tersebut.

"Kalaupun lewat sini saya dukung itu 1.000 persen, wong untuk kepentingan transportasi masyarakat. justru kehadiran BST harus berkolaborasi untuk memperkuat daerah penyangga dengan moda transporasi itu keluar ke daerah penyangga," paparnya.

Terpisah, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan pihaknya akan segera membangun shelter BST di wilayah Karanganyar bila tidak adanya penolakan program aglomerasi transportasi umum dari Bupati Karanganyar.

"Yowis nak ora ditolak. Tak gawekke tenan koridor (BST). Terima kasih Pak Juli," katanya.

Menurutnya, Program aglomerasi ini sangat penting mengingat bisa menghubungan wilayah kota Surakarta dengan daerah penyangga sehingga dapat terkoneksi dengan baik.

Hanya saja, Gibran menyebut, sukses tidaknya program aglomerasi ini juga dipengaruhi oleh persetujuan dari masing-masing kepala daerah penyangga di sekitar Kota Surakarta.

"Biar terkoneksi semua. Ini tergantung persetujuan masing-masing kepala daerah," ujar Gibran.

Sebagai informasi, rencana aglomerasi transportasi baru ini merupakan program dari  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui pemerintag provinsi Jawa Tengah.

Hingga saat ini pengembangan layanan transportasi umum itu masih dalam proses pengkajian untuk tahap pengaplikasian di beberapa daerah Solo Raya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar