SOLO FASHION WEEK 2022 "Reflection identity of The Nation Can Be Seen from The Culture"

KBRN Surakarta : Solo Fashion Week 2022, merupakan event fashion pertama yang diselenggarakan di Kota Solo.

Dengan mengangkat tema Reflection identity of The Nation Can Be Seen From The Culture Event Solo Fashion Week yang didirikan oleh Djongko Raharjo, Naomi Anik dan Antok Boni, memiliki visi dan misi sebagai pemersatu, peningkatan nilai tambah kebanggaan dalam sosial, ekonomi dan budaya Event Solo Fashion Week 2022. Diawali dengan launching event pada tanggal 1 Maret 2022 di Heritage Batik Keris, Pameran Produk Fashion & Produk Unggulan Daerah lebih dari 10 stand, Lomba Design Busana yang melibatkan 11 finalis perancang busana dan 100 peserta lomba modelling anak-anak.

Sebagai acara puncak, akan ada gelaran mode terbesar selama 3 hari yang diikuti oleh 75 designer Indonesia berskala nasional dan intemasional sebagai ajang aktualisasi designer menampilkan karya terbaiknya yang berbasis modest wear, ready to wear sampai high end fashion.

Termasuk juga dengan presentasi kreatif dari kaum "Gen Z yang peduli dengan issue lingkungan hidup yang sedang dicanangkan pemerintah dalam menghadapi pemanasan global.

Djongkro Raharjo selaku creator fashion menyampaikan event fashion yang diselenggarakan dengan memenuhi standart event fashion sebagaimana mestinya.

“Dari tema yang diangkat, masyarakat khususnya Kota Solo dapat melihat identitas suatu bangsa dari budaya yang dimiliki khususnya bidang fashion,” ungkapnya.

Event Solo Fashion Week juga berkonsentrasi lebih kepada generasi muda yang nantinya dapat melanjutkan atau menginisiasi event fashion dalam skala besar.

“Harapannya dari event ini ada impact yang lebih untuk industri fashion di Kota Solo yang didukung dengan perputaran penunjang fashion, material sangat cepat,” tandasnya.

Event Solo Fashion Week 2022 diselenggarakan tanggal 1-3 Juli 2022 di Atrium Solo Paragon Mall, diharapkan dapat menjadi tujuan presentasi, promosi bagi para produsen pengusaha, creator fashion, UMKM, pengamat seni maupun konsumen pencinta busana Indonesia dalam dan luar negeri, meningkatkan pendapatan daerah dan peningkatan devisa negara sekaligus mampu mencanangkan Kota Solo sebagai salah satu pusat fashion di Indonesia. (Edwi/Rill)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar