Kloter Sapu Jagad Embarkasi Solo Diberangkatkan Dari 13 Kabupaten Kota

Pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Solo kloter Sapu Jagad (43) di Bandara Internasional Adi Sumarmo Solo.

KBRN, Boyolali: Kloter Sapu Jagad sejumlah 354 jemaah hari ini Minggu (3/7/2022) telah diberangkatkan menuju Makkah. Pemberangkatan kloter 43 ini mengakhiri rangkaian pemberangkatan para tamu Allah dari Embarkasi Solo. 

Sejumlah 13 daerah itu meliputi Kabupaten Bantul DIY, Banyumas, Kebumen, Purbalingga, Sleman, Semarang, Boyolali dan Tegal. Kemudian dari Kota Pekalongan, Salatiga, Semarang, Tegal dan Kota Yogyakarta DIY. 

Pejabat Humas PPIH Embarkasi Solo Sarip Sahrul Samsudin mengatakan kloter 43 ini selain membawa 352 jemaah dari Asrama Haji Donohudan juga menjemput jemaah Embarkasi Solo di Bandara Kualanamu. Jemaah atas nama Fatchan Noer Hadiyanto asal Boyolali sebelumnya mendapatkan perawatan di RS Deli Serdang karena ada gangguan jantung.

"Embarkasi Solo memberangkatkan jemaah haji kloter 43 soc, merupakan kloter terakhir dari Embarkasi Solo Insya Allah Subuh kita Berangkatkan. Untuk kloter 43 soc kita memberangkatkan 352 dari Embarkasi dari Adi Soemarmo dan nanti kita di Kualanamu akan menambah dua jemaah calon haji kita yang kloter 35 kemarin tunda jadi kloter 43 kita Berangkatkan 354 calon haji," kata Sarip kepada wartawan.

Informasi dari PPIH Embarkasi Solo menyebutkan total 15.477 jemaah. Jumlah tersebut meliputi 15.179 jemaah, Petugas kloter 172 orang, Petugas Haji Daerah 83 orang, Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Umum 13 orang. 

"Secara keseluruhan Embarkasi Solo memberatkan 15.447 jemaah haji. Ini terdiri dari 172 petugas 83 PhD dan 13 KBIHU," jelasnya.

Dikatakan Sarip, memang ada selisih 30 jemaah dari yang diberangkatkan dengan kota haji Embarkasi Solo. Di mana 30 tersebut memang jemaah tunda karena berbagai hal, seperti sakit, hamil dan meninggal dunia di daerah.

"Kuota awal dari Embarkasi Solo Jateng DIY 15. 477 ada selisih calon haji. Selisih itu dari open seat awal 10 jemaah, sakit dipulangkan 14, hamil 4 dan wafat daerah 2. Ada selisih 30 di kuota awal dan DIY real 15.477," jelas dia.

Lanjutnya tak ada jemaah yang tertunda pemberangkatan ke Makkah, dua jemaah dari kloter 43 yang masih sakit, menjelang keberangkatan sudah mendapatkan izin terbang dari tim kesehatan. "Jemaah sudah dinyatakan layak terbang dan bisa bergabung di kloter 43 SOC," ujarnya.

Hingga Minggu (3/7) pagi Jemaah sakit di Arab Saudi 7 orang mendapatkan perawatan di KKHI Makkah. Sementara jemaah wafat 4 orang dari Sragen, Pati, Kebumen dan Jepara. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar