Tim TPAKD Kabupaten Wonogiri Gelar Edukasi Keuangan Bagi Pedagang Tradisional

KBRN Surakarta :  Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Wonogiri adakan edukasi keuangan bagi pedagang pasar tradisional.

Kegiatan ini sebagai salah satu implementasi program kerja TPAKD Tahun 2022 dalam mendorong ketersediaan akses keuangan formal bagi para pedagang pasar tradisional.

Kegiatan yang diselenggarakan di Kecamatan Baturetno ini dibuka oleh Kepala OJK Solo, Eko Yunianto, dan turut pula dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Wonogiri, FX. Pranata, A.P., Kepala Dinas KUKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Wonogiri, Wahyu Widayati dan anggota TPAKD yang diwakili oleh Kepala Bagian Perekonomian Kota Surakarta, Aris Widodo.

Dalam Sambutannya, Eko menyampaikan  Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau lebih sering dikenal UMKM dalam pertumbuhan perekonomian suatu negara sangat penting.

Tercatat pada tahun 2021 jumlah UMKM mencapai 64,2 Juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai Rp8.573,89 triliun.

Namun demikian, UMKM masih memiliki kendala, baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya dan membuat maraknya penawaran pembiayaan dari sektor non formal seperti rentenir yang memberikan bunga pinjaman tinggi.

“TPAKD Kabupaten Wonogiri memiliki program kredit/pembiayaan murah dengan proses mudah dan pencairan dilakukan secara cepat kurang dari 1 (satu) jam yang diharapkan dapat mengurangi dampak rentenir, yaitu Kredit Sumeh yang disalurkan oleh PT BPR Giri Sukadana (Perseroda) yang baru diluncurkan pada bulan Maret 2022” kata Eko, da;a, rilis yang diterima RRI, Rabu (29/06/2022).

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula narasumber: Direktur Utama PT BPR Giri Sukadana, Suparmo yang memaparkan terkait dengan karakteristik dan manfaat dari kredit Sumeh dan Kepala Bagian Pengawasan IKNB, PM Dan EPK OJK Solo, Heri Santosa yang memparkan terkait dengan pengenalan OJK dan Waspada Investasi Ilegal.

“Diharapkan dengan kehadiran dari kredit sumeh dapat menambah pilihan akses pembiayaan yang mudah dan murah bagi pedagang pasar tradisional” Tambah Eko OJK Solo akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam rangka mensukseskan program kerja TPAKD di Wilayah Solo Raya agar dapat menciptakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. (Edwi/Rill)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar