PLTSa Putri Cempa Solo Butuh Sampah Dari Daerah Sekitar

PT Solo Citra Metro Plasma Power melakukan Commisioning ujicoba Pembangkit Listrik Tenaga Sampah PLTSA Putri Cempa Solo. Foto ilustrasi

KBRN, Surakarta: Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) Putri Cempa Solo sudah melakukan Komisioning (uji coba), Selasa 28 Juni 2022. Pemkot Solo mulai ancang-ancang untuk melakukan kerjasama dengan daerah sekitar untuk suplai sampah.

Untuk diketahui, guna memproduksi listrik sesuai target 8 megawatt PLTSa Putri Cempo membutuhkan sebanyak 545 ton sampah tiap harinya. Sementara saat ini sampah yang dihasilkan dari Kota Solo hanya sekitar 350 ton per hari l. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, 200 ton sisanya akan menggunakan sampah lama.

”Makanya dari hitungan kami, perkiraan pada tahun ke-8 sampah lama sudah habis. Kami butuh sampah dari daerah lain,” Direktur PT Solo Citra Metro Plasma Power Elan Syuherlan di sela Komisioning PLTSA, Selasa (28/6/2022) sore.

Terkait hal ini, Sekretaris Daerah Kota Solo Ahyani mengatakan telah berkoordinasi dengan kabupaten sekitar untuk memenuhi kebutuhan sampah di PLTSA. Sudah ada komunikasi dengan kabupaten Sukoharjo, Karanganyar dan Boyolali. 

”Tapi mungkin memerlukan pembahasan lebih jauh dengan kepala daerah. Kami sudah lakukan penjajakan, mungkin untuk wilayah Palur, Kartasura dan Boyolali yang sebelah timur,” katanya.

Terkait jual beli listrik dengan PLN, semua sudah disiapkan. Saat ini sudah ada infrastruktur tiang-tiang yang dipasang oleh PLN menuju ke PLTSa Putri Cempo. 

”Tapi dari PLN menunggu dulu sampai semuanya prosesnya selesai, baru mereka mau membeli,” kata Sekda. 

PLTSa Putri Cempa Solo ditargetkan delapan mesin sudah terpasang pada Desember tahun ini. Pada Januari 2023 PLTSa Solo resmi beroperasi dengan menghasilkan 8 megawatt listrik. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar