Dosen FKIP UNS Dampingi Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Etno-STEM untuk Guru IPA Kabupaten Karanganyar

Dosen FKIP UNS Dampingi Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Etno-STEM untuk Guru IPA Kabupaten Karanganyar.

KBRN, Surakarta: Dosen Program Studi (Prodi) S-1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Research Group (RG) IPA dan Pembelajarannya dari rilis yang diterima RRI menggelar kegiatan pengabdian masyarakat yang bertajuk ‘Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Etno-STEM untuk Guru IPA Kabupaten Karanganyar’ bertempat di Gedung A Lantai 2 FKIP UNS, Senin (27/6/2022).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua RG IPA dan Pembelajarannya, Suciati, dengan didampingi anggota RG, yakni Febriani Sarwendah Asri Nugraheni, Bayu Antrakusuma, Meida Wulan Sari, Icha Kurnia Wati, Dyah Fitriana Masithoh dan Bramastia.

Dalam sambutannya, Suciati menyatakan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki beberapa alasan, salah satunya adalah permasalahan yang semakin kompleks dalam dunia pendidikan. Maka perlu adanya pemecahan multidisipliner. 

“Misalnya masalah lingkungan bisa ditinjau dari aspek biologis, fisika, dan lain sebagainya. Sehingga untuk memecahkan permasalahan sangat dibutuhkan peran serta teknologi dan butuh perhitungan juga, yakni melalui bantuan matematika,” terang Suciati. 

Melanjutkan sambutannya, Suciati juga menyampaikan karena negara Indonesia ini terdiri dari multi etnik, sehingga harus dipandang sebagai bentuk kekayaan. 

“Kekayaan yang ada saat ini bisa dijadikan bahan ajar yang berasal dari integrasi potensi yang ada di sekitarnya. Misal kearifan lokal, mulai membuat batu bata atau membuat makanan tape untuk dibuat analisanya dalam pembelajaran. Sehingga semua bisa menerapkan Etno-Sains dalam pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru secara profesional dan kompetensi sosial supaya bisa berinteraksi dengan semua lini,” tambah Suciati. 

Setelah sambutan selesai, dilanjutkan sesi pendampingan mengenai penyusunan perangkat pembelajaran berbasis Etno-STEM untuk Guru IPA Kabupaten Karanganyar yang dipandu Febriani. Para guru dipandu mulai dari aspek kompetensi dasar apa yang ingin diajarkan, menjabarkan indikatornya secara rinci, memilah indikator menjadi komponen sains, teknologi, enginering dan matematika. 

Selanjutnya, didampingi pula mengenai cara memahami masalah apa yang ingin diangkat dalam pembelajaran, karya apa yang ingin dimintakan kepada siswa untuk mengerjakan atau luaran apa yang ingin diharapkan dari kegiatan pendampingan ini.

“Tidak hanya itu, kita pandu pula mengenai kira-kira budaya apa yang ingin dikaitkan dalam pembelajaran dan dalam budaya tersebut, komponen apa yang paling menonjol yang ingin disampaikan kepada siswa,” terang Febriani. (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar