FOKUS: #G20

PLTSa Putri Cempa Diujicoba, Desember Mulai Produksi 8 Megawatt Listrik

Sekretaris Daerah Sekda Surakarta Ahyani didampingi Direktur PT Solo Citra Metro Plasma Power Elan Syuherlan melihat panel listrik di PLTSA saat Komisioning.

KBRN, Surakarta: Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo, Mojosongo Solo  Selasa (28/6/2022) diujicobakan untuk melihat mesin beroperasi memproduksi listrik dengan baik. Desember mendatang 8 mesin beroperasi penuh dan menghasilkan 8 Megawatt listrik.

"Uji coba ini membuktikan sampah di sekitar TPA Mojosongo bisa diolah menjadi listrik dan menjadi solusi atas persoalan sampah. Dulu kan banyak yang bertanya, bener pak sampah bisa jadi listrik. Lha ini buktinya," kata Direktur PT Solo Citra Metro Plasma Power Elan Syuherlan di sela Komisioning PLTSA. 

Elan menjelaskan proses pengolahan sampah ini dimulai dengan sampah yang masuk ke dalam tabung gasifire dan diolah menjadi gas sintetik atau disebut dengan syngas. Syngas ini yang nantinya menjadi cikal bakal energi yang bisa dikonversi menjadi produk apapun. 

"Bisa dikonversi menjadi etanol, hidrogen atau juga bisa diolah menjadi listrik. Lha di PLTSA ini mengkonversi syngas menjadi energi listrik," bebernya.

Saat ini PLTSa Putri Cempo sudah mengoperasikan empat mesin. Sementara bulan Desember ditargetkan 8 mesin bisa beroperasi sepenuhnya. 

”Untuk empat mesin yang belum terpasang, saat ini sebagian peralatannya sudah datang. Hanya yang besar-besar belum datang, masih dalam perjalanan. Desember insyaallah semua terpasang,” katanya. 

Ditargetkan bulan Desember mendatang PLTSa Putri Cempo dapat memproduksi sekitar 8 megawatt listrik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 megawatt akan disalurkan ke PLN.  "Sisanya 3 megawatt akan digunakan sendiri untuk kebutuhan PLTSA ini," ujar Elan.

Sekretaris Daerah Sekda Surakarta Ahyani di sela menghadiri Komisioning mengatakan ini masih ujicoba dan dibutuhkan monitoring. Ahyani mengakui proyek ini molor karena seharusnya April lalu sudah ujicoba.

"Mesin itu harus ada Commisioning agar kontinuitas terjaga. Kemarin April molor ya karena PPKM saja jadi pengiriman barang itu kan terhambat. Barang dari India dan barang berhenti di Malaysia itu beberapa bulan," jelasnya.

Sementara itu, untuk memproduksi listrik sesuai target 8 megawatt PLTSa Putri Cempo membutuhkan sebanyak 545 ton sampah tiap harinya. Sementara saat ini, Pemkot Solo hanya mempunyai sebanyak 350 sampah baru. Untuk 200 ton sisanya akan menggunakan sampah lama. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar