Univet Bantara Sukoharjo Gelar Pelatihan Public Speaking

KBRN Sukoharjo : Humas Kerjasama dan Unit PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mengadakan Pelatihan Public Speaking mengangkat tema "Menjadi Pribadi Lebih Percaya Diri dan Berprestasi" menghadirkan narasumber Mas Sulis Setiyono, S.Pd, M.Pd (Trainer Public Speaking) dengan Open Speech, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum (Rektor Univet Bantara). Bertempat di Auditorium Selasa (28/6/2022).

Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum dalam sambutan sekaligus membuka acara menyampaikan bekal gelar saja tidak cukup untuk menembus dunia kerja. Namun harus memiliki soft skill atau ketrampilan dalam bidang-bidang tertentu.

"Kalau kuliah di Univet Bantara banyak sertifikat soft skill atau sertifikat kompetensi menyertai ijazah yang memberikan nilai lebih atau nilai jual lulusan dalam pasar dunia kerja salah satunya soft skill public speaking," terangnya.

Dalam pemaparan materi, narasumber Mas Sulis Setiyono, S.Pd, M.Pd menyampaikan ketrampilan atau kemampuan public speaking sangat diperlukan dalam berkomunikasi ketika nanti lulus sekolah, kuliah atau bekerja. Hal ini dikarenakan manusia dalam berinteraksi sesama manusia memerlukan ketrampilan berbicara terlebih dalam berbicara di hadapan public atau orang banyak.

"Selain ijazah dalam pekerjaan komunikasi itu menjadi hal utama, Sepinter apapun kalau tidak didukung komunikasi yang baik tidak akan bisa berkembang potensi maupun kualitas hubungan dengan orang lain tidak disebut zero kemampuan komunikasinya," tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, percaya diri sangat dibutuhkan ketika melakukan public speaking. Untuk melatih percaya diri dalam public speaking yang harus dikuasai yaitu menanamkan pikiran positif, jangan minder, persiapan materi, latihan berulang-ulang, menambah jam terbang.

Selain itu, hal yang perlu dikuasai selanjutnya yaitu vokal melalui pengaturan volume atau keras lirihnya suara, pacing atau kecepatan bersuara, kejelasan pengucapan artikulasi dan intonasi.

Begitu pula ketika berbicara yang perlu diperhatikan gesture yaitu jangan datar, ekspresi komponen muka, gerakan badan sesuai kalimat dan kontrol gerakan yang tidak disadari.

"Dalam berkomunikasi dengan audience yang perlu diperhatikan yaitu menganalisa keberadaan atau posisi audience, berit pertanyaan kepada audience, menyapa audience secara spesifik dan menggunakan humor untuk memecah ketegangan suasana," tuturnya.

Pihaknya juga memberikan tips mengurangi rasa grogi ketika melakukan public speaking diantaranya sebelumnya mengadakan persiapan secara matang materi, pakaian dan sarana prasarana lainnya, menambah jam terbang, imbangi kegiatan fisik, visualisasikan kesuksesan diri, merasa yakin gugup yang dirasakan tidak terlihat jelas di audience, dan audience tidak tahu konten speaker atau pembicara.

Kegiatan yang diikuti siswa lulusan SMA/SMK ini dimeriahkan tour the campus berupa expo Prodi Univet Bantara dan praktik kuliah langsung. Selain itu peserta memperoleh e-sertifikat, bingkisan sovenir dan doorprize menarik. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar