FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Nenek 95 Asal Sragen Hilang di Sungai Mungkung

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian Mariyem (95) warga Karangtengah Sragen yang diduga hanyut di Sungai Mungkung. Dok istimewa

KBRN, Sragen: Masyarakat Kelurahan Karangtengah Kecamatan Sragen Kabupaten Sragen digemparkan dengan hilangnya seorang nenek berusia 95 tahun. Mariyem asal Ngangin RT 03/06 Karangtengah itu diduga tenggelam di sungai Mungkung Sabtu (25/06/2022).

Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto menyampaikan kronologi kejadian Sabtu (25/06) sekitar pukul 18.30 WIB Sudarni mengunjungi rumah ibunya, Mariyem. Dia kaget Ibunya tak ada di rumah dan lampu rumah dalam keadaan mati.

"Saat itu kondisi lampu masih padam melihat hal tersebut Sudarni segera menyalakan lampu lalu mencari ibunya namun tidak ada di rumah. Tetangga sekitar juga membantu mencari hingga malam tidak ditemukan," jelasnya.

Ada tetangga bahwa melihat nenek Mariyem terakhir memberi makan ayam di belakang rumah. Setelah di cari ditemukan jejak kaki mengarah ke sungai Mungkung. Diduga korban hanyut terbawa arus hingga tenggelam.

"Operasi pencarian dan pertolongan dibagi menjadi 2 Search Rescur Unit (SRU) SRU 1 melakukan susur sungai sampai 2 KM dari titik kejadian SRU 2 melakukan penyelaman di sekitar tempat kejadian," jelasnya 

Kondisi kedalaman sungai Mungkung kurang lebih 2 meter, lebar mencapai 5 meter. Kondisi air keruh dan banyak tonggak pohon bambu menjadi kendala dalam pencarian.

"Semoga tim SAR gabungan diberi kemudahan dalam pencarian dan survivor cepat ditemukan," harapnya.

Sementara tim gabungan juga melakukan pencarian pada korban yang diduga hilang di sungai Mungkung. 

Informasi yang dihimpun, Mariyem hingga Minggu (26/6/2022) sekitar pukul 15.30 korban tak kunjung ditemukan. Diduga korban tenggelam di Sungai Mungkung yang berada di belakang rumahnya. 

Tim SAR gabungan dan warga sudah melakukan pencairan. Lurah Karangtengah Galih Setyo Nugroho, menjelaskan sampai Minggu sore survivor belum ditemukan.

"Warga bersama-sama mencari di sungai di radius 100 meter dan 200 meter tidak ditemukan. Minggu sukarelawan SAR gabungan dengan anggota sebanyak 50 orang masih melakukan pencarian,” ujarnya. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar