Hari Jadi ke 276 Sragen, Bupati Sebut Momentum Memupuk Kegotongroyongan

Pegawai Aparatur Sipil Negara ASN Pemkab Sragen mengikuti upacara dengan mengenakan busana adat dan bahasa Jawa di Alun-alun Sasana Langen Putra Jumat (27/5/2022). Dok Humas Sragen

KBRN Sragen: Puncak peringatan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Sragen, hari ini Jumat (27/5/2022) dilaksanakan upacara dengan bahasa dan adat budaya Jawa di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen.

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyebutkan, hari jadi ini menjadi momentum seluruh lapisan masyarakat menggelorakan gotong royong guna mewujudkan kemajuan Bumi Sukowati.

Upacara hari jadi diikuti ratusan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen. Seluruh peserta dan petugas upacara mengenakan pakaian adat, beskap dan kebaya. Termasuk prosesi upacara dilaksanakan dengan menggunakan Bahasa Jawa. 

Upacara dimulai dengan pembacaan sejarah singkat Kabupaten Sragen yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Suwardi. Sementara Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, bertindak sebagai pembina upacara. 

Bupati Sragen, dalam kesempatan itu mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk bergotong-royong menghadapi berbagai permasalahan yang ada di Sragen. 

"Saya berharap semoga masyarakat Sragen senantiasa guyub rukun. Kabupaten Sragen maju masyarakat sejahtera. Ini semua bisa diwujudkan apabila bergotong royong mewujudkannya," kata Bupati Yuni.

Oleh karenanya tema Hari Jadi kali ini "Gelorakan gotong-royong membangun Bumi Sukowati" Menurutnya Pemerintah tidak bisa membangun sendiri tanpa sengkuyung doa dan partisipasi aktif semua masyarakat.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada. Belum usai pandemi Covid-19, virus baru hepatitis akut muncul, virus yang menyerang ternak sapi, kerbau, dan kambing yang disebut penyakit mulut dan kaki (PMK) yang butuh perhatian semuanya.

“Anak-anak harus membawa makanan yang bersih dan sehat. Anak tidak boleh jajan di sekolah tetapi membawa bekal sendiri dari rumah. Meskipun di Sragen belum ada kasus hepatitis akut, penyakit itu tetap harus diwaspadai. Kewaspadaan juga untuk penyakit ternak, yakni PMK. Semua itu sebenarnya dilakukan dengan menjaga lingkungan yang bersih,”  jelasnya.

Upacara berakhir dengan ditandai pasukan khusus pembawa bendera pataka Kabupaten Sragen meninggalkan lokasi upacara. Pemimpin upacara diminta membubarkan upacara dan dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi pemenang lomba-lomba.

Sementara itu dalam peringatan Hari Jadi ke 276 Pemkab Sragen mendapatkan pujian dari Mantan Bupati Untung Wiyono. Menurut Bupati Sepuh itu, banyak sisi keberhasilan yang sudah ditunjukkan oleh pemerintahan di bawah kepemimpinan bupati Yuni tersebut.

“Pembangunan skala prioritas sudah bagus. Jalan sudah bagus, zamanku dulu jembatan sudah 74 jembatan kita bangun. Ini tinggal maintain dan melanjutkan,” paparnya saat menerima kunjungan Bupati-Wabup dan jajaran pejabat OPD Sragen yang melakukan anjangsana ke kediamannya di Dayu, Jurangjero, Kamis (26/5/2022).

Untung mengatakan keberhasilan itu juga ditunjukkan dari cadangan pangan pertanian. Saat ia jadi bupati, surplus beras Sragen hanya 164.000 ton. Sementara sepeninggalannya, surplus naik jadi 345.000 ton. Angka surplus itu makin meningkat saat ini tercatat sudah mencapai 629.000 ton. 

Untung mengatakan dulu juga sudah meletakkan pondasi ketahanan pangan dengan surplus beras hingga Sragen dikenal sebagai salah satu lumbung beras nasional. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar