PMK Mulai Masuk ke Sukoharjo, Semua Pasar Hewan Ditutup 14 Hari

KBRN Sukoharjo : Guna mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) semua pasar hewan tradisional di Sukoharjo ditutup hingga 6 Juni 2022 mendatang.

“Penutupan dilakukan sebagai antisipasi agar penyakit PMK yang saat ini sudah mewabah di beberapa daerah di wilaya solo raya tidak masuk ke Sukoharjo,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Dispertan Pemkab Sukoharjo Bagas Windaryatno, Rabu (25/05/2022).

Menurutnya,  penutupan selama 14 hari dilakukan untuk mencegah penyebaran PMK.

“ Mengingat saat ini beberapa daerah diwilayah Solo raya seperti Wonogiri, Klaten dan Boyolali juga sudah terjangkit PMK, akibatnya semua pasar hewan juga ditutup,” tandasnya.

   Kepala Dispertan Pemkab Sukoharjo Bagas Windaryatno juga mengakui, hingga saat ini sudah ada temuan PMK di Sukoharjo, namun  pihaknya enggan membeberkan jumlah ternak yang terpapar PMK.

“Ternak sapi yang terindikasi PMK saat ini dalam masa penyembuhan dan mendapatkan pantauan ketat dari tim Dispertan,” tukas Bagas.

Untuk selanjutnya, katanya tim Dispertan bersama Disdagkop melakukan sterilisasi semua pasar hewan termasuk melakukan penyemprotan dis infektan.

Kepala Disdagkop Pemkab Sukoharjo Iwan Setiyono mengatakan selain  itu pihakanya juga melakukan edukasi kepada peternak sekaligus inpeksi secara langsung.

“Langkah itu dilakukan agar jika ada temuan kasus baru dapat segera tertangani dengan baik,” ujar Iwan.

Iwan juga mengatakan, untuk mengenali gejala fisik pada sapi yang terjangkit PMK, masyarakat ataupun pedagang dan peternak bisa mengenalinya dengan melihat ciri-ciri fisiknya.

“Sapi yang terjangkit PMK memiliki ciri-ciri khusus pada mulut baik itu di bibir, lidah dan ronga mulut terdapat luka-luka dan mengeluarkan air liur yang berlebihan,” pungkasnya. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar