Siap-siap, Guru Honorer atau TKPK di Kota Surakarta Akan Diangkat P3K

Kepala BKPSDM Surakarta, Dwi Ariyatno.

KBRN, Surakarta: Tenaga Kontrak dengan Perjanjian Kerja (TKPK) di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta akan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, Rabu (25/5/2022). 

Saat dikonfirmasi RRI, Dwi mengaku sedang memetakan guru honorer yang akan diangkat menjadi P3K. Sebab untuk mengetahui berapa kebutuhan formasi hingga pembayaran gaji guru honorer jika dipindah ke P3K. Dwi menyebut untuk saat ini masih menunggu arahan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) terkait mekanisme dan kuota yang diberikan kepada pemerintah kota Surakarta. 

"Kita sampai saat ini punya TKPK yang bertugas sebagai guru. Karena sudah dipayungi TKPK, dan tidak boleh dipayungi honorer. Dengan ketentuan itu, kita mencoba memetakan potensi guru yang saat ini menjadi tenaga honorer berapa orang. Kebutuhan berapa, kemampuan pembiayaan berapa orang," jelas Dwi.

Perihal pelaksanaan seleksi, Dwi mengaku belum bisa memastikan, akan tetapi dari pengalaman di tahun sebelumnya, pelaksanaan di bulan September 2022.

"Saat ini kami sedang mengusulkan ke kementerian PAN, kami tinggal menunggu kuota yang kami dapatkan berapa. Prosesnya kan mengusulkan formasi kemudian kita mendapatkan kuota dan melakukan seleksi. Biasanya mengacu beberapa tahun terakhir, itu di bulan September," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, jika untuk tahun ini sudah tidak ada seleksi CPNS. Sehingga untuk menutup kebutuhan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta, pegawai TKPK akan diangkat menjadi P3K. Gibran menyebut pegawai TKPK terbanyak pada tenaga kesehatan dan guru. Akan tetapi, dirinya berkomitmen akan memfasilitasi semua TKPK di Kota Surakarta.

"Makanya nanti itu harus kita isi lagi, tahun depan harus P3K. TKPK dan sebagainya harus hilang. Tapi sekarang sudah kita simulasikan. Kan TKPK sekarang yang banyak di tenaga kesehatan dan Guru," ungkap Gibran.

Dari data yang dihimpun RRI, terdapat 271 P3K guru yang lolos seleksi di tahun 2021. Hal itu tidak sebanding dengan jumlah guru yang pensiun hingga April ini mencapai 505 orang. (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar