Samakan Persepsi Mengenai Pupuk Bersubsidi, Pemkab Sukoharjo Kumpulkan Distributor Pupuk dan KPL

KBRN Sukoharjo : Pemkab Sukoharjo mengumpulkan distributor pupuk dan pemilik Kios Lengkap Pupuk (KPL) di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10.

Kegiatan temu kerja pelaku distribusi pupuk bersubsidi tersebut dihadiri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Dalam sambutannya Bupati mengatakan, dalam proses produksi pada Sektor Pertanian, pupuk memegang peranan yang sangat penting.

Kebutuhan pupuk bagi petani dapat disebut sangat vital, sehingga setiap terjadi kekurangan atau ketidaktepatan dalam proses distribusi akan mudah menimbulkan gejolak dan sering disebut dengan istilah kelangkaan.

“Pemerintah terus mendorong penggunaan pupuk yang efisien melalui berbagai kebijakan meliputi aspek teknis penyediaan dan distribusi atau harga melalui subsidi. Kebijakan subsidi dan distribusi pupuk yang telah diterapkan mulai dari tahap perencanaan kebutuhan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), besaran subsidi hingga sistem distribusi ke pengguna pupuk sudah cukup komprehensif,” paparnya

Bupati melanjutkan, salah satu kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam penyaluran pupuk bersubsidi yaitu dengan menerbitkan “KARTU TANI” untuk melakukan penebusan pupuk bersubsidi.

Tujuan pemerintah menerbitkan kartu tani tersebut sebagai upaya agar distribusi pupuk bersubsidi dapat tepat guna dan tepat sasaran serta tidak bocor ke industri yang seharusnya non subsidi, sehingga tata niaganya diatur, dimana distributor hanya bisa menjual pupuk bersubsidi kepada agen atau kios yang ditunjuk dan agen atau kios hanya menjual kepada kelompok tani yang ditunjuk.

“Kita ketahui bahwa dalam barang bersubsidi (termasuk di dalamnya pupuk) terdapat uang negara, maka harus dikelola dengan hati-hati sehingga dapat tepat sasaran, tidak melanggar peraturan perundang-undangan serta kebutuhan petani dapat terakomodasi dan tercukupi. Dalam rangka mensukseskan program dari Pemerintah yaitu Program Super Prioritas IP 400,” kata Bupati.

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Sukoharjo, Iwan Setiyono, mengatakan jika pertemuan itu digelar dalam upaya menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di Sukoharjo.

“Juga menyamakan persepsi terkait aturan terkait pupuk bersubsidi dan juga pengaturan pupuk bersubsidi dalam program IP 400.” Ujar Iwan.

Diikuti distributor pupuk di Kabupaten Sukoharjo, Kios Pupuk Lengkap (KPL), PPL pertanian, Gapoktan, dan lainnya. Ada enam distributor pupuk bersubsidi dan 182 KPL.

“Dengan pengumpulan para stakeholder tersebut diharapkan dapat membantu dalam kelancaran proses distribusi dan penyaluran pupuk bersubsidi pada petani.” pungkasnya. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar