Miris, 13.700 Ekor Anjing Dijagal Perbulan di Surakarta

Koalisi Dog Meat Free Indonesia melakukan aksi di Car Free Day Surakarta.

KBRN, Surakarta: Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) kembali mengetuk pintu hati pemimpin Surakarta yang kesekian kali, setelah beberapa saat yang lalu tepatnya tanggal 25 April 2022, telah mengirimkan Surat Terbuka kepada Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. Surat Terbuka tersebut adalah bentuk kekhawatiran DMFI melihat perdagangan, pemotongan, penjualan dan konsumsi daging anjing yang masih terus berjalan di Kota Surakarta.

Pihaknya telah melakukan sejumlah investigasi di seluruh Jawa Tengah dan beberapa lokasi di Indonesia. Dengan mendokumentasikan kekejaman ekstrim yang terjadi dalam perdagangan daging anjing kucing: mulai dari cara pengumpulannya (dengan cara mencuri), pengangkutan untuk penjualan dan sampai pemotongan.

Koordinator Lapangan DMFI Surakarta, Mustika menyampaikan Surakarta merupakan pusat dari sebagian besar perdagangan daging anjing di Pulau Jawa, dengan 85 warung yang menyajikan menu daging anjing. Secara kejam memotong sekitar 13,700 anjing perbulan di rumah-rumah jagal buatan sendiri tanpa menjamin keamanan daging tersebut untuk para konsumennya.

"Perdagangan ini tidak hanya kejam, tapi juga beresiko menyebabkan penyebaran penyakit yang mematikan, dan berkaitan langsung pada penyebaran rabies di Indonesia dan juga negara-negara lain yang wilayahnya masih terdapat perdagangan ini," jelasnya, Minggu (22/5/2022).

Dirinya menyebut dengan tidak adanya rumah jagal resmi untuk anjing di bagian dunia manapun, dan tidak ada gunanya melakukan pengujian apakah daging yang dijual tercemar atau tidak dan bebas dari patogen serta racun mematikan. Artinya perdagangan ini merupakan ancaman bagi keamanan masyarakat dan konsumennya.

"Secara global, kita melihat adanya intoleransi pada kekejaman terhadap hewan, khususnya dalam perdagangan daging anjing dan kucing, dan hal ini terlihat dalam peraturan di seluruh wilayah dimana semakin banyak negara, wilayah kekuasaan, provinsi, kabupaten dan kota-kota yang mengeluarkan peraturan resmi yang melarang perdagangan, pemotongan dan konsumsi anjing dan kucing," ungkapnya.

Sejak tahun 2019, di Jawa Tengah terdapat 10 (sepuluh) kota dan kabupaten yangtelah mengeluarkan peraturan tertulis pelarangan perdagangan ini di seluruh wilayahnya,serta 2 (dua) daerah lagi di Jawa Timur. (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar