Pemkot Desak Kemen PU-PR Tunda Renovasi Jembatan Jurug, Solo Bisa Lumpuh?

Bus Batik Solo Trans BST melintas jembatan Jurug B yang rencananya akan ditutup mulai Juli 2022 seiring renovasi plat lantai dan bantalan jembatan. Dok RRI

KBRN, Surakarta: Pemerintah Kota Solo mendesak Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PR) agar menunda renovasi Jembatan Jurug B pada awal tahun depan atau setelah renovasi Jembatan Mojo Pasarkliwon selesai. 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bersama Komisi III DPRD Surakarta Senin (23/5/2022) mendatangi Kemen PU-PR menyampaikan permohonan penundaan perbaikan jembatan jurug B. 

Kepala DPUR Surakarta Nur Basuki menyampaikan penundaan tersebut lantaran sejumlah Proyek infrastruktur sedang digarap tahun ini, meliputi perbaikan jembatan Mojo, Under Pass dan Rel Layang Joglo. Jika jembatan Jurug B ditutup untuk perbaikan dikhawatirkan kemacetan parah bakal terjadi di Kota Bengawan. 

"Kalau Jurug itu kan bisa multiyears, kalau Mojo itu kan harus selesai tahun ini. Jurug ini sebenarnya sudah tertunda 6 bulan karena dia multiyears dua tahun dan prediksi 6 bulan harus selesai. Kita harapkan mundur," kata Nur Basuki dijumpai di Stabelan, Senin pagi.

Lanjutnya, perbaikan jembatan Mojo yang digarap DPU-PR Solo harus selesai tahun ini, dan proyek tersebut sudah lelang bulan ini. Dikatakan Nur Basuki sebenarnya jadwal proyek Jembatan Jurug akan dimundurkan tiga bulan, namun Pemkot Surakarta mendesak setelah jembatan Mojo selesai.

“Mojo ini mulai lelang juni dikerjakan dan selesai 6 bulan. Kemarin sebenarnya sudah mundur tiga bulan dari rencana awal Juli. Tapi kami tetap berharap Jurug mundur 6 bulan. Karena mojo dan jurug ini kan selalu berdampingan. Mojo diperbaiki lewat jurug,  kalau jurug diperbaiki lewat mojo. Kalau keduanya ditutup lewat ring road kan jauh,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Perhubungan Surakarta Hari Prihatno mengatakan, pihaknya tetap meminta pelaksanaan renovasi jembatan Jurug yang menjadi jalur ke Karanganyar dan Jawa Timur di tunda akhir tahun ini. Setelah proyek perbaikan jembatan mojo selesai. Menurut Hari jika tetap dilaksanakan tahun ini lalu lintas di Solo akan Crowded.

“Kita minta untuk direschedule lagi. Sebab pada saat membangun dan pengalihan ternyata dilewatkan Mojo, pada saat yang sama juga ada proyek perbaikan. Kalau semua dikerjakan bersama Solo tidak hanya ruwet, tapi ruwet banget," beber Hari.

Dikatakan Hari Prihatno tahun ini sejumlah proyek infrastruktur dikerjakan secara bersamaan dan rekayasa lalu lintas harus dilaksanakan. Menurutnya selama jembatan mojo dibangun ulang hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan melintas. 

"Kalau Mojo itu kemungkinan hanya sepeda motor yang boleh melintas. Kalau kendaraan besar berbahaya," tandasnya. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar