317 Jamaah Calhaj Boyolali Ikuti Pembekalan Reguler Tingkat Kabupaten

KBRN Boyolali : Setelah dua tahun vakum karena pandemi Covid-19, tahun ini Kabupaten Boyolali kembali memberangkatkan jamaah calon haji (calhaj) ke Tanah Suci.

Sebelum masuk asrama dan mulai berangkat ke Tanah Suci, para jamaah calhaj mengikuti pembekalan yang diadakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Boyolali.

Kepala Kantor Kemenag Boyolali, Hanif Hanani mengatakan pada tahun ini, pihaknya akan memberangkatkan 317 jamaah calhaj asal Boyolali.

“Jumlah sekitar 317 dan kemungkinan akan berkembang akan bertambah yang terdiri dari 317 jamaah dan satu orang pembimbing,” katanya saat memberikan sambutan pada acara Pembimbingan Jemaah Haji Regular Tingkat Kabupaten yang digelar di Gedung IPHI Kabupaten Boyolali, Senin (23/5/2022).

Menurut data dari Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 317 jamaah calhaj tersebut akan masuk ke dalam kloter 34 sebanyak 64 jamaah dan kloter 35 sebanyak 255 jamaah calhaj.

Di samping itu, Hanif juga menambahkan bahwa kegiatan pembekalan bagi jamaah calhaj dilakukan sebagai wujud komitmen dan kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dalam mempersiapkan jamaah agar dapat memahami dan mengetahui pelaksanaan ibadah haji secara baik dan benar.

Kegiatan pembekalan ini akan dilakukan selama dua hari yakni Senin-Selasa (23/24-2022) untuk tingkat kabupaten dan dilanjutkan untuk tingkat kecamatan sebanyak empat kali yang akan terbagi di empat titik kecamatan pada Rabu-Sabtu (25-28/5/2022).

Bupati Boyolali, M. Said Hidayat yang berkesempatan hadir mengungkapkan rasa syukurnya para jamaah calhaj asal Kabupaten Boyolali dapat berangkat ke Tanah Suci.

“Tentunya dengan keberangkatan 317 jamaah ini apapun itu berapa jumlahnya kita harus bersyukur secara keseluruhan karena artinya ibadah haji sudah dapat mulai dilaksanakan untuk tahun ini. Semoga ini semua dapat memberikan satu berkah dan doa bersama atas seluruh jamaah calon haji,” ungkap Bupati Said.

Salah satu jamaah calhaj yang akan berangkat, Maryono mengaku senang setelah menunggu selama 11 tahun agar bisa berangkat ke Tanah Suci.

“Kami bersyukur, Alhamdulillah tahun ini bisa diberangkatkan,” kata warga asal Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel ini singkat.

Sebagai tambahan informasi, dengan adanya pembatasan usia maksimal 65 tahun bagi jamaah haji oleh Pemerintah Arab Saudi, terdapat 249 jamaah yang tidak dapat berangkat karena usia.

Selain itu, terdapat juga enam jamaah yang mengundurkan diri karena belum melakukan pelunasan untuk berangkat haji pada tahun ini. (kisno/ep)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar