Wujudkan Kota Layak Anak, CFD Surakarta Tanpa Asap Rokok

Car free day di Jalan Slamet Riyadi Surakarta.

KBRN Surakarta: Pemerintah kota Surakarta terus berupaya mewujudkan Surakarta kota layak anak. Upaya yang dilakukan salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di lokasi Car Free Day (CFD). 

Kepala bidang penanganan ketentraman dan ketertiban umum Satpol PP kota Surakarta, Muh Rudianto saat dikonfirmasi RRI menyampaikan komitmen pemerintah Kota Surakarta untuk mewujudkan CFD bebas asap rokok, perlumendapatkan dukungan dari semua pihak. Sebab memberikan hak udara bersih di tengahkeramaian, apalagi dengan banyak anak-anak merupakan tanggung jawab bersama. 

Terlebih dalam situasi pandemi Covid yang belum berakhir, sehingga meningkatkan imun tubuh menjadi bagian yang penting untuk dilakukan. 

"Kami melakukan edukasi kepada masyarakat yang ada di kota Surakarta , terutama di saat car free day kita memberikan himbauan kepada yang masih merokok ini kita minta untuk mematikan dengan kita membawa asbak," jelas Rudi, Minggu (22/5/2022).

Rudianto telah menyiapkan personil untuk mobiling dimulai dari Loji Gandrung rumah dinas Walikota Surakarta. Dengan menyebar 8 personil di sisi timur dan 8 personil di sisi barat, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang masih merokok di area CFD agar mematikan rokoknya.

"Dari personil ini kita menyebar 8 di sisi timur dan 8 di sisi barat. Ini nanti disamping kita melakukan sweeping kira-kira ada masyarakat yang masih merokok, itu kita lakukan edukasi," imbuhnya.

Pihaknya mengaku belum menerapkan sanksi kepada perokok di area CFD dan masih melakukan tindakan persuasi kepada masyarakat.

Rudi menghimbau agar masyarakat tertib saat melakukan aktivitas di CFD. Baik bagi para pedagang maupun masyarakat umum. Sehingga dapat menikmati Car free day sebagai area publik untuk melakukan interaksi sosial, olahraga, dan kegiatan masyarakat lainnya.

Sementara salah satu pengunjung CFD, Muhammad Yusron Asrofi, merespon positif langkah Pemkot Surakarta untuk membatasi perokok di area CFD. Pria asal Kartosuro ini menilai jika CFD merupakan sarana untuk berolahraga dan menjaga kesehatan. Sehingga jika ada yang merokok di lokasi CFD, sangat mengganggu orang di sekitar.

"Ya bagus, mengurangi polusi sama menjaga kesehatan. Ini kan lebih sehat. Kalo ada yang merokok itu mengganggu orang sekitar," kata Yusron.

Sementara itu, Direktur Yayasan KAKAK, Shoim Sahriyati sangat mengapresiasi dan mendukung komitmen Walikota Surakarta untuk menciptakan CFD yang bebas asap rokok. (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar