Kesadaran Masyarakat Untuk Tidak Merokok di Sembarang Tempat Masih Rendah, Wawali: Banyak SDM yang Belum Sadar

Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa (dasi merah) usai menghadiri acara sarasehan bersama Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI).

KBRN Surakarta: Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta menemukan 962 iklan rokok terpasang di Kawasan Tanpa Rokok. Temuan itu berdasarkan hasil survei di 128 sekolah dengan radius 150 meter dari pintu masuk keluar sekolah.

Kepala DP3AP2KB Kota Surakarta, Purwanti menyampaikan kawasan tanpa rokok (KTR) masih menjadi tantangan terbesar di Kota Surakarta. “Kawasan tanpa rokok masih menjadi PR juga. Karena di dekat sekolah harusnya bebas iklan rokok tapi kenyataannya puluhan sekolah masih cukup banyak [IPS],” jelas Pur seusai sarasehan bersama Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Solo, Jumat (20/5/2022).

Dirinya menyebut dari 962 temuan, iklan promosi dan sponsor rokok di dekat sekolah terbanyak ditemukan di Kecamatan Jebres. “Paling banyak ada di Kecamatan Jebres sebanyak 226 diikuti Laweyan 206 temuan,” imbuhnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa, mengatakan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak merokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR) menjadikan tantangan terbesar Kota Surakarta untuk meraih predikat Kota Layak Aanak paripurna. “Banyak SDM yang belum sadar. Mereka tidak bisa menempatkan diri (merokok di KTR),” kata Teguh dalam paparannya.

Teguh menambahkan cukai rokok menjadi penyumbang terbesar pendapatan cukai negara. Namun ia juga menyayangkan perilaku merokok di kawasan yang memang sudah dilarang.

Ia mengatakan perlu adanya pemisahan area bebas asap rokok dan area khusus perokok di kawasan-kawasan publik. “Jangan lupa memang rokok jadi penyumbang devisa yang besar juga. Perlu adanya pemisahan area [bagi perokok] di tempat umum,” jelas dia. (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar