Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Puluhan Siswa SD Bersihkan Monumen Kebangkitan Nasional

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Puluhan Siswa SD Bersihkan Monumen Kebangkitan Nasional.

KBRN, Surakarta: Hari Kebangkitan Nasional yang juga sebagai berdirinya Budi Utomo diperingati setiap tanggal 20 Mei. Untuk mengisi peringatan itu, Jumat (20/5/2022) puluhan siswa SD Negeri Bumi, Laweyan, Surakarta melakukan kegiatan membersihkan dan mencuci monumen Tugu Kebangkitan Nasional (Tugu Lilin) yang berada di Penumping, Laweyan. 

Dari pantauan RRI, puluhan siswa sangat antusias mengikuti kegiatan bersih-bersih di Monumen Tugu Lilin. Ada yang menyapu, pengepel, hingga mengelap tiap bagian dinding monumen. 

Pemrakarsa kegiatan, Mayor Haristanto disela-sela kegiatan saat dikonfirmasi RRI menyampaikan jika kegiatan ini sebagai salah satu bentuk menanamkan perilaku bela negara kepada para siswa. Sebab rasa nasionalisme dan patriotisme harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Sehingga akan muncul rasa cinta tanah air dari dalam diri masing-masing siswa.

"Hari ini hari kebangkitan nasional dan Solo punya tugu kebangkitan nasional yang dikenal dengan tugu lilin. Dan ini saya mengajak anak-anak SD untuk mengedukasi mereka karena mereka setiap hari lewat sini tetapi mungkin tidak tahu persis bahwa kita punya cagar budaya yang sangat luar biasa dan sangat bersejarah," jelas Haristanto.

Hal senada diungkapkan salah satu dosen Universitas Sebelas Maret (UNS), Prabang Setyono jika Momentum Hari kebangkitan nasional menjadi refleksi untuk menyatukan antara masa lalu, masa kini dan masa depan. 

"Masa lalunya kita bisa bicara sejarah seperti yang ada di buku masa kininya adalah generasi yang mungkin sedang tertimpa yang sedang menjadi pejabat pengajar dan seterusnya itu masa kini dan tentunya anak-anak yang kita aja sekarang mereka pasti besok akan menjadi komponen elemen generasi pembaharu bangsa Indonesia ini," terang Prabang.

Dosen sekaligus pemerhati sejarah ini menilai jika kegiatan membersihkan tugu lilin oleh siswa SD ini merupakan salah satu peran generasi muda yang sesuai dengan eranya. Selain itu, juga sebagai pengingat nilai sejarah bagi generasi muda, dan menunjukkan rasa kepedulian terhadap perjuangan pahlawan pada masa itu.

"Mereka punya peran sesuai eranya jangan menuntut sesuai SD yang merupakan generasi masa depan bisa berbuat seperti saat ini dan tantangannya akan beda tapi semangatnya sama," jelasnya.

Prabang menambahkan jika memaknai kebangkitan nasional tidak hanya dengan berjuang melawan penjajah. Akan tetapi, berjuang untuk masa depan bagaimana meningkatkan perekonomian, mengentaskan kemiskinan, dan itu menjadi tanggung jawab anak-anak SD besok di masa depan. (Ase)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar