Harkitnas 114, Ada Apa Pemkot Surakarta Tak Gelar Upacara di Tugu Lilin?

Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 114 di Halaman Balaikota Surakarta.

KBRN,Surakarta: Hari Kebangkitan Nasional tahun 2022 akhirnya diperingati Pemkot Surakarta dengan upacara, Jumat (20/5/2022). Upacara kembali diselenggarakan setelah dua tahun ditiadakan.

Tetapi Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke 114 ini berbeda dari upacara sebelum pandemi Covid-19. Kegiatan berlangsung di halaman Balaikota Surakarta. Biasanya upacara upacara diselenggarakan di Tugu Kebangkitan Nasional yang biasanya dikenal Tugu Lilin di Penumping, Laweyan.

"Mohon maaf bagi masyarakat yang biasanya upacara di Tugu Kebangkitan di Penumping dengan waktu yang singkat ini persiapan tidak memungkinkan, maka kita alihkan di halaman Balai Kota," kata Wakil Walikota Teguh Prakoso mengawali sambutan saat menjadi pembinaan upacara.

Teguh mengatakan pada awalnya peringatan Harkitnas 114 tidak ada upacara bendera. Namun satu hari sebelum 20 Mei 2022 ada instruksi  dilaksanakan upacara. Akhirnya dalam waktu terbatas upacara diselenggarakan di balaikota. 

Peserta pun terbatas hanya dari kalangan ASN. Hadir pula perwakilan Muspida dan Muspida Koordinator Pemkot Surakarta.  "Tapi tidak mengurangi makna dari Kebangkitan Nasional," sambung Teguh.

Peringatan Kebangkitan Nasional di Kota Solo memang identik dengan Tugu Lilin. Lokasi tersebut adalah tonggak bersejarah dari kebangkitan para pemuda dalam pergerakan menuju kemerdekaan 1945. 

Tugu berbentuk lilin tersebut letaknya di kawasan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo. Tugu setinggi 9 meter ini disebut sebagai Tugu Kebangkitan Nasional karena dibangun untuk memperingati 25 tahun berdirinya Pergerakan Budi Utomo.

"Para anggota PPPKI yang tersebar di seluruh Nusantara itu datang ke Solo dengan membawa gumpalan tanah dari daerah mereka masing-masing. Pada tahun 1948 Tugu Lilin dijadikan simbol peringatan Kebangunan Nasional (yang kemudian disebut Kebangkitan Nasional) yang pertama," demikian keterangan dalam situs resmi cagarbudaya.kemdikbud.go.id.

Para tokoh Budi Utomo dari berbagai wilayah yang ada di Nusantara kala itu menaruh tanah dari asal mereka. Setelah itu dilakukan peletakan batu pertama pembangunan tugu kebangkitan Nasional sebagai penanda 25 tahun berdirinya pergerakan Budi Utomo.

Penyatuan tanah dan air dari berbagai daerah itu adalah simbol penyatuan dari seluruh wilayah di Nusantara dalam konteks Api Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Maknanya seluruh Nusantara bersatu dalam api perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Awalnya, Tugu Kebangkitan Nasional direncanakan dibangun di Jakarta dan Surabaya dalam rangka 25 tahun usia Budi Utomo. Namun, pembangunan menuai penolakan dari pemerintah Hindia-Belanda. 

Suryo Ningrat atau Raden Mas Suardhy kemudian memiliki ide untuk membangun tugu tersebut di Solo. Kemudian difasilitasi oleh Raja Surakarta, oleh Sinuwun Paku Buwono (PB) X.

PB X menghibahkan tanah miliknya dan juga turut membiayai pembangunan Tugu Kebangkitan Nasional. Para tokoh pergerakan Budi Utomo kala itu menginginkan Solo menjadi tonggak pertama pergerakan kemerdekaan Indonesia. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar